nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata, Banyak Perempuan Jalani Berhubungan Badan Pertama Kali karena Diperkosa

Jum'at 20 September 2019 16:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 20 612 2107327 ternyata-banyak-perempuan-jalani-berhubungan-badan-pertama-kali-karena-diperkosa-hGWa0NvTde.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEBAGAI negara demokrasi liberal, Amerika Serikat (AS) memang dikenal menjadi negara yang sangat bebas. Tidak heran jika berhubungan badan di luar nikah menjadi hal yang wajar diterapkan di sana.

Tapi siapa sangka, dari 3,3 juta anak perempuan dan perempuan di Amerika, hubungan badan pertama mereka terjadi bukan karena suka sama suka. Penelitian terbaru menyebut hal itu merupakan pengalaman yang traumatis.

"Seorang dokter praktik kemungkinan menjumpai beberapa pasien setiap minggu yang mengalami bentuk trauma ini," demikian menurut para penulis sebuah studi yang diterbitkan minggu ini di jurnal kedokteran JAMA Internal Medicine, seperti dilansir dari situ VOA Indonesia.

seksual pertama anak perempuan dan perempuan atau konsekuensi kesehatannya.

Para penulis mencatat "gerakan #MeToo telah menyoroti seberapa sering perempuan mengalami kekerasan seksual," tetapi tidak ada penelitian terbaru yang mengkaji prevalensi seks yang dipaksakan selama pengalaman seksual pertama anak perempuan dan perempuan atau konsekuensi kesehatannya.

Sementara 50 persen anak perempuan dan perempuan yang melaporkan dipaksa berhubungan seks mengatakan mereka dipaksa oleh seseorang yang lebih besar atau lebih tua. Separuh lebih menggambarkan tekanan secara verbal, dan 46 persen mengatakan mereka dibuat tidak berdaya.

Selain itu, sebanyak 22 persen perempuan melaporkan bahwa mereka dibius, 26 persen melaporkan mereka merasa terancam secara fisik atau tersakiti secara fisik sebanyak 25 persen. Rangkaian persamaan pelakunya adalah gender yang memiliki sedikit perbedaan sosial ekonomi atau ras.

"Hubungan seksual secara paksa dilaporkan oleh perempuan dari semua kelompok ras dan etnis dan sedikit bervariasi berdasarkan status kemiskinan, tingkat pencapaian pendidikan, atau tempat kelahiran," demikian laporan studi itu.

berpendapatan di bawah tingkat kemiskinan dan kecil kemungkinannya berpendidikan perguruan tinggi.

Dibandingkan dengan perempuan yang secara sukarela menyetujui berhubungan seks untuk pertama kalinya, perempuan yang dipaksa kecil kemungkinannya berkulit putih namun besar kemungkinannya dilahirkan di luar AS, berpendapatan di bawah tingkat kemiskinan dan kecil kemungkinannya berpendidikan perguruan tinggi.

Di Indonesia sendiri, memang berhubungan seks di luar nikah memang sangat tabu, dan berimbas pada pernikahan diri. Pemerintah sendiri, telah mengeluarkan aturan terbaru mengenai pernikahan dini.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) Totok Daryanto menyampaikan laporan atas kesepakatan DPR dan pemerintah terkait batas usia minimal perkawinan kini menjadi 19 tahun baik bagi laki-laki ataupun perempuan. Di mana sebelumnya, batas usia minimal laki-laki adalah 19 tahun dan perempuan 16 tahun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini