nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sulitnya Cari Pekerjaan, Entrepreneur Jadi Profesi Idaman Generasi Milenial

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 20:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 21 196 2107704 sulitnya-cari-pekerjaan-enterpreuner-jadi-profesi-idaman-generasi-milenial-VQkqM4lInw.jpg Milenial pilih jadi entrepreuner (Foto: Westfield Finance)

BERBISNIS di usia muda tampaknya menjadi incaran generasi milenial. Maka itu, sangat penting sekali menanamkan jiwa entrepreneur kepada kaum muda sebagai bekal awal untuk membangun bisnis.

Tak sedikit generasi milenial merintis bisnis untuk mengisi kesibukan serta mencari uang dari sana. Mulai dari bidang fashion, beauty, kuliner, hingga hadirnya berbagai bisnis jasa di dunia lifestyle.

Rektor Universitas Tarumanagara Prof Dr Ir Agustinus Purna Irawan, mengatakan, tak ada salahnya menanamkan jiwa entrepreneur dari mahasiswa. Sebabnya membangun karakter baik sejak dini manfaatnya akan luar biasa di masa depan.

Generasi milenial

"Kami percaya, bahwa pendidikan yang sesungguhnya bermula dari karakter yang baik, didukung dengan kemampuan logika dan akademis, untuk membentuk manusia yang berbudi pekerti dan dapat berkontribusi untuk membantu banyak orang,” ucap Agustinus kepada Okezone, baru-baru ini.

Agustinus menambahkan, di kampus tertua di Jakarta ini sendiri, para mahasiswa sudah diajarkan nilai-nilai entrepreneur. Lewat berbagai pelatihan untuk mendorong semangat inovasi di kalangan mahasiswa.

Hal ini penting agar para generasi milenial dapat berinovasi mengembangkan ilmu yang didapat di kelas. Kemudian menghasilkan karya, produk, atau usaha yang bisa bermanfaat bagi orang banyak.

Ditemui di kesempatan berbeda, Psikolog Rosdiana Setyaningrum menjelaskan, di dunia kerja generasi milenial sudah mulai banyak kesulitan mencari pekerjaan konvensional. Jika di generasi sebelumnya banyak profesi guru, dokter, polisi, hingga akuntan, sekarang zamannya berubah.

Generasi milenial

"Karena majunya teknologi akhirnya banyak muncul start up yang melibatkan generasi milenial. Makanya kalau anak muda sekarang diajarkan berbisnis lebih bagus untuk dirinya fight," terang Rosdiana.

Rosdiana mengungkapkan, tantangannya juga akan berbeda lagi pada generasi selanjutnya. Ke depan banyak lapangan kerja yang digantikan teknologi, juga dengan kualifikasi sumber daya manusia semakin tinggi.

"Pekerjaan konvensional itu bisa hilang karena sudah digantikan teknologi. Kita tidak tahu 20 tahun lagi ada pekerjaan apa, yang bisa menyulitkan generasi selanjutnya," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini