nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Festival Jatiluwih 2019 Tawarkan Konsep Eco-Friendly, Wisatawan Diajak Lebih Mencintai Alam

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 21 September 2019 21:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 21 406 2107723 festival-jatiluwih-2019-tawarkan-konsep-eco-friendly-wisatawan-diajak-lebih-mencintai-alam-xshbgxOdPb.jpg Festival Jatiluwih 2019 (Foto: Tiara Putri/Okezone)

TABANAN - Festival Jatiluwih 2019 tengah berlangsung di D'Uma Amphitheater. Wisatawan yang hendak menjelajah persawahan bisa sekalian mampir ke acara tersebut. Mereka bisa melihat pertunjukan seni dan budaya tradisional yang tentunya sangat menarik.

Dalam sambutannya pada pembukaan Festival Jatiluwih 2019, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berharap festival tersebut dapat mendekatkan masyarakat untuk menjaga alam. Terlebih persawahan di kawasan Desa Jatiluwih, Tabanan, Bali ditetapkan oleh UNESCO sebagai World Heritage. Sejalan dengan harapan itu, konsep yang ditawarkan pada festival tahun ini adalah eco-friendly.

"Melalui Festival Jatiluwih 2019, kami ingin mengedukasi wisatawan agar lebih cinta dan peduli terhadap lingkungan. Bangunan yang ada pada festival semuanya terbuat dari kayu bekas, bambu yang didaur ulang. Kami manfaatkan itu agar menjadi komoditi yang nilai ekonomisnya lebih tinggi," ujar Agus Pamuji Wardana selaku Ketua Harian Festival Jatiluwih 2019 saat ditemui Okezone di sela-sela acara.

jatiluwih 

Pria yang akrab disapa Wayang itu menambahkan, pihaknya berkolaborasi dengan para pengrajin tradisional untuk mengkreasikan bangunan dan hiasan. Salah satunya adalah Patung Dewi Sri yang terbuat dari bambu karya I Gusti Ngurah Arya Udianata.

"Kami ingin memanfaatkan apa yang ada tanpa mengeksploitasi lingkungan," tukas Wayang.

Selain patung, masih banyak pula benda atau hiasan di Festival Jatiluwih 2019 yang memanfaatkan bambu atau kayu bekas. Mulai dari dekorasi panggung, alas makan, meja makan, hingga tempat duduk. Ada pula beberapa spot foto menarik yang terbuat dari bahan-bahan tersebut seperti sangkar burung, anyaman jerami berbentuk pohon, dan mural art.

tabanan 

Pengunjung yang datang ke Festival Jatiluwih 2019 juga langsung diajarkan caranya memanfaatkan bambu. Mereka bisa melukis di atas bambu yang sudah terpakai. Nantinya hasil kreasi mereka bisa dibawa pulang dan dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna. (cm)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini