nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nikah Muda Berujung Derita, Kini Bangkit Melawan Stigma lewat Save Janda

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 22 September 2019 18:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 22 196 2107942 nikah-muda-berujung-derita-kini-bangkit-melawan-stigma-lewat-save-janda-14DGPuywXz.jpg Tiara berjuang lewat Save Janda (Foto: Ist)

Setiap orang pasti ingin pernikahannya langgeng dan abadi selamanya dalam kebahagiaan. Itulah yang diinginkan oleh Mutiara Proehoeman, seorang perempuan kuat dan istimewa yang kala itu memutuskan untuk nikah muda.

Tiara, panggilan akrab Mutiara memilih nikah muda karena berasal dari keluarga yang bercerai sehingga tak heran jika ia selalu ingin punya keluarga sendiri yang harmonis dan penuh cinta kasih.

Kegiatan Save Janda

"Akhirnya saya memutuskan nikah muda pada usia 20 tahun. Saya merasa sudah cocok dengan pasangan serta sudah siap menjalani biduk rumah tangga kala itu," ujarnya, Minggu (22/9/2019).

Kala itu, sang kekasih berusia 23 tahun saat memutuskan membangun rumah tangga dengan Tiara. Mereka hanya berbeda usia 3 tahun.

Awalnya sang kekasih begitu baik dan romantis sehingga membuat Tiara tak gentar untuk memilihnya sebagai pendamping hidupnya. Ia pernah memberinya sebuket mawar merah mereka sebagai lambang cinta. Hati perempuan mana yang tak berbunga-bunga saat diperlakukan istimewa seperti itu?

Namun sayang, ternyata keindahan membangun rumah tangga hanya berlangsung sekejap mata. Sang suami yang awalnya dikira pangeran tampan ternyata bisa bersikap kasar. "Ketidakcocokan yang diperparah dengan kasus KDRT akhirnya membuat saya mengakhiri pernikahan ini," ujar Tiara dengan tegar.

Meski mereka sudah dikaruniai dua anak yang cantik namun Tiara memilih berpisah karena tak sanggup menghadapi kekasaran suami. "Karena anak dan keluarga mendukung, saya berani mengambil keputusan ini."

Ternyata saat pernikahan itu akhirnya hanya berlangsung 4 tahun. Perempuan cantik ini memilih menjadi janda. Walaupun pada awalnya takut tak diterima oleh masyarakat.

Akhirnya dengan kekuatan dan keberaniannya, Tiara membentuk organisasi aktivis bernama Save Janda.

Lalu bagaimana kisah Tiara membentuk Save Janda?

"Awalnya dari kemarahan saya karena sering dianggap gampangan. Sebab saat saya menjadi janda mereka berpikir bahwa saya mudah diajak one night stand oleh orang-orang di kantor saya dan teman-teman saya sendiri. Saya juga mengalami pelecehan seksual, saya juga dianggap saya pantas dikasihani mentang-mentang saya janda, pernah juga saya direndahkan oleh orangtua mantan pacar saya karena dianggap tidak 'setara' secara bibit bebet dan bobot hanya karena mantan pacar saya single (belum pernah menikah) dan saya janda dengan 2 anak," ujar Tiara bercerita.

"Lalu puncaknya saat saya 'dilecehkan' oleh salah satu petugas pemerintahan saat sedang mengurus dokumen pribadi. Pada saat itu petugas tersebut bersuara dengan suara keras saat membaca kartu identitas saya, 'Oh jadi Mbak Janda!' sehingga seorang perempuan di belakang saya yang sedang mengantri langsung mendekap suaminya bergitu erat seakan-akan saya akan merebut suaminya. Padahal tidak sama sekali. Itulah awalnya saya memutuskan membentuk Save Janda yang bermula dari social media campaign pribadi."

Saat menjanda, Tiara lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja, mengurus anak, dan mengurus organisasinya Save Janda untuk membantu para janda lain yang lagi kesusahan atau kebingungan dalam merencanakan hidupnya lagi. Sebab biasanya orang yang baru saja menjadi janda memang mengalami badai yang amat berat dan harus mendapatkan dukungan moral dan spiritual.

Masa lalu Tiara yang pahit malah membuatnya menjadi sosok yang tangguh yang rela membantu janda-janda lain yang sedang kesusahan. Memang pengalaman adalah guru yang paling berharga.

Namun akhirnya kini, Tiara sudah mengakhiri masa jandanya. Ia akhirnya menemukan sesosok suami yang diidamkannya, yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Saat ditanya resepnya untuk mendapatkan suami yang jauh lebih baik, Tiara pun tersenyum.

"Follow your heart, intuition, and insting. Also be realistic. Check background termasuk social media-nya. Berkenalan baik dengan keluarganya, cari tahu langsung dari teman-temannya, perhatikan sikapnya kepada kita secara seksama dan jangan asal main perasaan saja," terang Tiara.

Intinya jangan pernah takut menghadapi hidup, termasuk menjadi janda jika mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sebab Tuhan selalu bersama dan membantu hamba-hambanya dalam keadaan apapun. (DRM) 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini