nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Festival Jatiluwih 2019 Diramaikan Stand Kuliner, Pedagang 'Banjir' Rezeki

Tiara Putri, Jurnalis · Minggu 22 September 2019 14:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 22 406 2107877 festival-jatiluwih-2019-diramaikan-stand-kuliner-pedagang-banjir-rezeki-HFdwrKZD7b.jpg Kuliner di Festival Jatiluwih 2019 (Foto: Feri Usmanan/Okezone)

TABANAN - Kunjungan ke sebuah daerah wisata biasanya dibarengi dengan mencicipi kuliner khas di sekitarnya. Hal ini juga bisa dilakukan oleh pengunjung yang datang ke Festival Jatiluwih 2019 di Tabanan. Di sana ada sejumlah stand yang menyediakan makanan tradisional.

Salah satu makanan tradisional yang ada di Festival Jatiluwih 2019 adalah laklak. Makanan ini merupakan cemilan tradisional khas Bali yang mirip dengan serabi dan disuguhkan dengan parutan kelapa serta gula cair. Di Jatiluwih, laklak terbuat dari beras merah. Sebab daerah wisata itu memang terkenal sebagai penghasil beras merah.

Makanan tradisional lainnya yang tersedia adalah nasi campur Bali. Pada makanan ini, nasi biasanya disajikan bersama dengan lawar, suwiran ayam, sayur, potongan daging, kacang tanah, dan sate lilit. Cukup banyak wisatawan yang tertarik untuk mencicipi kedua makanan tradisional itu.

 Festival Jatiluwih

Salah seorang penjual bernama Sinta mengaku banyak wisatawan yang membeli jajanan tradisional miliknya seperti laklak beras merah, teh beras merah, ongol-ongol, tipat cantok, dan nasi bubur. Bahkan beberapa ada yang memiliki permintaan khusus.

"Ini saya 'kan jual jajanan tradisional, seporsi Rp5 ribu, ada yang minta dicampur. Lalu ada juga wisatawan mancanegara yang membeli tipat cantok, sejenis gado-gado, mereka minta jangan pedas. Terus kalau beli nasi bubur mintanya jangan isi daging, tapi sayur," papar Sinta saat ditemui Okezone, Minggu (22/9/2019).

Penjual lainnya yaitu Arya memiliki komentar berbeda. Ini adalah kali pertamanya ikut berpartisipasi di Festival Jatiluwih yang sudah 3 kali dilaksanakan. Makanan yang ditawarkannya antara lain nasi campur, soto, dan bakso. Dirinya mengaku cukup puas bisa ikut berjualan.

"Wisatawan yang membeli jualan saya lumayan ramai. Tiga hari berjualan saya sudah habis 2 ekor babi guling. Kesan pertama mengikuti festival ini bagus untuk masyarakat dan kemajuan buat pariwisata jatiluwih juga," ungkap Arya saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Festival Jatiluwih 

Hal senada juga diungkapkan oleh Sinta. Dirinya biasa berjualan di pinggir sawah Jatiluwih, dekat dengan jalur treking. Pendapatannya sehari-hari tergantung dari jumlah wisatawan yang datang. Namun ia merasakan hal berbeda saat ikut berpartisipasi dalam Festival Jatiluwih 2019.

"Dari segi jumlah pastinya ada perbedaan. Lebih banyak yang beli di sini (Festival Jatiluwih 2019)," pungkas Sinta.

Selain makanan tradisional, di Festival Jatiluwih 2019 pengunjung juga bisa mencicipi makanan modern. Sebut saja pizza, sosis goreng, dan cumi pedas. (cm)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini