nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Adakan Minang Geopark Run, Kemenpar Yakin Jumlah Wisatawan Naik 2 Kali Lipat

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 23 September 2019 21:22 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 23 406 2108396 adakan-minang-geopark-run-kemenpar-yakin-jumlah-wisatawan-naik-2-kali-lipat-tcOnspNcX1.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

OLAHRAGA lari memang telah menjadi salah satu gaya hidup masyarakat modern. Banyak event lari dihelat untuk mengajak seseorang agar mau hidup sehat.

Lari pun tidak hanya dijadikan sarana olahraga, tapi juga saat untuk berwisata. Nah, akhir tahun 2019 nanti bakal ada event Minang Geopark Run (MGR) 2019. Di sana, akan ada ajang lari 5K, 10K dan 21K, sambil menikmati cantiknya objek-objek wisata di Ranah Minang. Tak ketinggalan pula, Anda bisa kulineran sambil belanja oleh-oleh khas Minang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani mengatakan, sport tourism salah satu cara ideal yang dapat mendongkrak wisatawan. Diperkirakan, jumlah wisatawan yang datang dapat meningkat dua kali lipat dibanding memakai cara promosi lainnya.

"Kami menyambut baik event ini karena temanya menarik dan beda. Dengan sport tourism seperti ini juga dapat mendorong adanya geopark-geopark Nasional jadi naik kelas," ucap Rizki saat Press Conference di Kantor Kementerian Pariwisata RI, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019).

karena tak hanya bisa menikmati alam yang indah, namun juga penasaran dengan ceritanya.

Geopark, menurut Rizki, jadi salah satu objek wisata yang menjanjikan. Wisatawan akan senang berkunjung ke geopark, karena tak hanya bisa menikmati alam yang indah, namun juga penasaran dengan ceritanya.

Di Indonesia banyak geopark yang masuk ke dalam UNESCO Global Geopark (UGG). Misalnya saja, Ciletuh, Danau Toba dan Batur. Wisatawan dunia telah mengakui keindahan geopark-geopark tersebut yang tak terbantahkan.

Sementara di Sumatera Barat sendiri ada 10 geopark yang terkenal di kalangan wisatawan lokal. Antara lain, Ngarai Sianok, Danau Maninjau, Kars Tarusan Kamang, Lembah Harau, Danau Singkarak, bekas tambang Sawahlunto, Danau Kembar, Solok Selatan, Silokek dan Mentawai.

Geopark unik bukan hanya pariwisata, tapi ada ceritanya. Misalnya flora dan fauna, ada masyarakat, serta cerita mengenai bentang alamnya sendiri," ucap Rizki.

Ketua Pelaksana MGR 2019 YV Tri Saputra menambahkan, saat ikut ajang lari, wisatawan juga ditawarkan field trip. Acara dihelat dua hari, tepatnya 30 November sampai 1 Desember 2019.

"Sumbar punya banyak hotel berbintang, atraksi wisata kuliner dan belanja, serta sport tourism yang mendunia. Usai berlari, jadi bisa menikmati wisata di sana," tutur Tri.

Acara dihelat dua hari, tepatnya 30 November sampai 1 Desember 2019.

Tri menyebutkan, race track event ini ada di 6 kabupaten. Dengan dua kategori yaitu kategori Ultra dan Relay dengan rute tempuh berbeda. Untuk kategori Ultra (Perorangan) mengambil rute start Lubuk Basung hingga finish di Ngarai Sianok.

Sementara kategori Relay terdapat tiga titik start, yang bisa ditempuh oleh tim. Garis start berada di Lubuk Basung ditempuh oleh tiga orang pelari, lalu titik start berikutnya di Istana Pagaruyuang, terakhir start di Kelok Sambilan ditempuh oleh 4 orang pelari. Untuk garis finish, sama dengan kategori lainnya di Ngarai Sianok.

Event ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat. Tahun ini menargetkan 8,5 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dan 58.447 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini