Kisah Herman si Tukang Pijat Online, Dapat Orderan di Kuburan

Senin 23 September 2019 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 23 612 2108208 kisah-herman-si-tukang-pijat-online-dapat-orderan-di-kuburan-5e7yarhEbW.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

HARI itu mungkin menjadi hari yang tidak terlupakan bagi Suherman, seorang pemijat mitra aplikasi. Pasalnya, saat itu dia mendapat keanehan kala menjawab panggilan tugasnya.

Warga Paseban Bantul itu pun masih tak habis pikir sampai sekarang, kenapa anomali tersebut bisa terjadi. Beberapa waktu lalu dia mendapati order di sebuah makam, dari seorang klien di kawasan Sewon Bantul.

Dia menceritakan, saat itu sekira pukul 20.00 WIB, aplikasinya berbunyi tanda ada sebuah order meminta jasa pijat. Tanpa pikir panjang, pria yang sejak setahun lebih ikut dalam aplikasi tersebut langsung meluncur mengikuti peta digital.

Selama 15 menit perjalanan, peta tersebut mengarahkannya di sebuah lahan kebun tebu dan ternyata berhenti tepat di depan sebuah makam.

peta tersebut mengarahkannya di sebuah lahan kebun tebu dan ternyata berhenti tepat di depan sebuah makam.

“Aduh, pikir saya saat itu. Tapi masih positif pikirnya, mungkin mapnya meleset karena biasanya kan begitu,” ungkapnya seperti dilansir dari KRjogja.

Tak lama, Herman begitu ia akrab disapa langsung mencoba menelepon nomor yang memesan dalam aplikasi. Namun, sampai 25 kali mencoba menghubungi, dia tak kunjung juga menemui jawaban.

"Saya mulai takut, sepi waktu itu tidak ada orang yang ditanya, karena mapnya itu ya di tengah-tengah kuburan kalau saya lihat. Lalu saya melipir sekitar 50 meter ketemu pos ronda, baca-baca doa sebisa saya," kata dia.

"Habis itu saya telepon orangnya kok diangkat. Kata dia dari tadi ditunggu tidak ada telepon masuk, padahal ada 25 kali saya telepon,” lanjutnya.

Usut punya usut, ternyata arah yang dia tuju keliru. Dia pun kembali meminta alamat baru di share melalui aplikasinya. Tapi keanehan kembali terjadi dengan alamat yang diberikan.

Dia pun kembali meminta alamat baru di share melalui aplikasinya. Tapi keanehan kembali terjadi dengan alamat yang diberikan.

"Saat di share lokasi lagi ya saya sampainya ke situ lagi, ke makam itu lagi. Lalu saya minta ancer-ancer manual saja ternyata jaraknya sekitar 1 km dari makam itu. Beruntungnya ketemu akhirnya, wah pengalaman mendebarkan sekali itu. Mungkin tidak hanya saya yang pernah mengalami,” tutur dia.

Ternyata, berbagai pengalaman dirasakan orang-orang yang memanfaatkan teknologi untuk mencari rejeki. Sampai saat ini ia tak tahu penyebab bisa tiba di kuburan yang jaraknya hingga 1 kilometer meleset dari tujuan awal.

“Saya sih mikirnya mungkin mapnya meleset tapi ya tidak tahu kok telepon sampai 25 kali ada nada sambungnya tapi orangnya mengaku tidak ada panggilan masuk,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini