Darah Wanita Ini Berubah Jadi Biru Gara-Gara Minum Obat Sakit Gigi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 01:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 24 481 2108464 darah-wanita-ini-berubah-jadi-biru-gara-gara-minum-obat-sakit-gigi-QJqNgbOYVc.jpg Darah wanita berubah jadi biru (Foto: The New England Journal of Medicine)

Seseorang biasanya mengonsumsi obat sakit gigi untuk menghilangkan rasa sakit pada giginya. Namun ada baiknya mengetahui terlebih dahulu fungsi dan kegunaan sebuah obat sebelum menggunakannya. Jangan sampai obat yang berfungsi sebagai penyembuh justru berubah menjadi mimpi buruk.

Seperti kisah yang menimpa seorang wanita di Rhode Island, Amerika Serikat. Nasibnya tragis, darahnya berubah menjadi biru setelah menggunakan obat sakit gigi. Ia pun akhirnya segera dilarikan ke ruang gawat darurat di Providence, Rhode Island.

Wanita berusia 25 tahun yang tak disebutkan namanya tersebut dirawat intensif setelah mengalami gejala seperti lemas, lelah dan napas pendek. Setelah diperiksa, dokter mengatakan darah wanita tersebut berubah menjadi biru setelah ia menggunakan obat penahan sakit.

 Alat suntik

“Wanita itu telah menggunakan sejumlah besar benzocaine topikal pada malam sebelumnya untuk mengatasi sakit gigi,” tulis sebuah laporan, seperti dilansir Prevention, Senin (23/9/2019).

Wanita itu didiagnosis menderita methemoglobinemia atau dikenal dengan kelainan darah. Ia mengalami masalah dengan jumlah abnormal methemoglobin yang diproduksi. Methemoglobin adalah hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa dan mendistribusikan oksigen ke tubuh.

 Tangan dan alat suntik

Asisten profesor farmakologi dan toksikologi di Michigan State University, Jamie Alan mengatakan penyakit tersebut membawa pigmen gelap yang menyebabkan darah tampak sangat gelap warnanya.

"Biasanya ada persentase kecil dari senyawa ini dalam sel darah merah, namun tetap sangat rendah. Tetapi senyawa tertentu seperti benzocaine dapat mempercepat pembentukan methemoglobin,” terangnya.

Akibat penyakit ini, Hemoglobin akhirnya tidak dapat melepaskan oksigen ke dalam jaringan, sehingga tubuh berubah menjadi biru. Methemoglobinemia biasanya diwariskan dari keluarga atau disebabkan oleh paparan bahan kimia, obat-obatan, atau makanan tertentu.

Beberapa obat yang bisa menyebabkan Methemoglobinemia adalah anestesi seperti benzocaine, nitrobenzene (yang digunakan dalam beberapa obat, pestisida, dan pewarna).

Selain itu antibiotik tertentu seperti dapson dan klorokuin, dan nitrat (yang digunakan sebagai zat tambahan untuk menjaga agar daging tidak rusak) juga bisa menyebabkan penyakit mengerikan ini.

Warna kebiru-biruan pada kulit menjadi gejala utama methemoglobinemia. Tetapi seseorang juga dapat mengalami sakit kepala, pusing, perubahan kondisi mental, kelelahan, napas pendek, dan kekurangan energi.

"Methemoglobinemia adalah sangat berbahaya. Masalahnya adalah methemoglobinemia akan mengurangi kemampuan sel darah merah untuk membawa oksigen. Ini dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, kerusakan organ, dan kematian,” tambahnya.

Sebuah obat yang disebut metilen biru digunakan untuk mengobati kasus methemoglobinemia dan asam askorbat (alias vitamin C). Menjalani terapi oksigen hiperbarik, transfusi sel darah, dan bertukar transfusi (di mana darah seseorang dikeluarkan dan diganti) juga dapat menyembuhkan penyakit ini.

Namun orang biasanya tidak memerlukan pengobatan untuk kasus methemoglobinemia yang ringan. Mereka cukup menghindari obat atau bahan kimia yang menyebabkan methemoglobinemia.

"Masa waktu methemoglobin adalah 55 menit, artinya kondisi itu biasanya akan berbalik dalam beberapa jam. Sementara itu, pasien akan membutuhkan perawatan suportif dengan oksigen,” tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini