nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hati-Hati Anak Kena Malaria di Musim Kemarau, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 10:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 24 481 2108526 hati-hati-anak-kena-malaria-di-musim-kemarau-kenali-gejalanya-sebelum-terlambat-N2iZguXtyl.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MUSIM kemarau nampaknya membuat perkembangan nyamuk semakin banyak. Berkembangnya nyamuk ini tentu membuat kekhawatiran, lantaran ada beberapa penyakit berbahaya menular lewat nyamuk.

Salah satu penyakit berbahaya tersebut adalah malaria. Disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium, malaria adalah penyakit yang ditularkan melalui nyamuk yang terinfeksi (nyamuk Anopheles). Malaria pun bisa mengancam nyawa, jika tidak ditangani serius.

Menurut WHO, satu anak meninggal karena malaria setiap dua menit. Salah satu cara untuk membendung kenaikan angka kematian akibat malaria yakni pengobatan dini. Perawatan tepat dari Malaria, hanya mungkin dilakukan jika kita mengetahui gejala awalnya.

Memang, malaria lebih banyak diderita anak daripada orang tua. Karena sistem kekebalan tubuh mereka yang kurang berkembang, anak-anak lebih rentan terhadap malaria. Apalagi mereka menghabiskan banyak waktu di luar rumah.

Apalagi mereka menghabiskan banyak waktu di luar rumah.

Pasalnya, nyamuk akan lebih tertarik dengan keringat. Nyamuk memang hanya bisa melihat warna gelap, jadi hindari pakaian gelap saat bermain, karena meningkatkan risiko gigitan nyamuk. Nah, melansir The Health Site, ada beberapa gejala awal Malaria, yuk disimak.

Mual

Keberadaan parasit Plasmodium dalam tubuh, sel-sel merah dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik, yang dapat membuat Anda muntah atau merasa ingin muntah.

Sakit kepala

Tanda atau gejala pertama malaria adalah sakit kepala. Menurut National Institute of Health, AS, peningkatan kadar sitokin dalam tubuh adalah penyebab sakit kepala saat malaria. Ini juga merupakan tanda dari sindrom neurologis postmalaria, sehingga walaupun infeksi malaria telah dikeluarkan dari tubuh, sakit kepala dapat bertahan.

Mulai mengigil

Gejala malaria bertambah buruk ketika anak Anda mulai mengalami menggigil, kedinginan, dan demam secara bersamaan. Tanpa perubahan suhu yang drastis, anak Anda akan merasakan demam yang diikuti oleh menggigil dan demam lagi.

Di sela-sela itu, dia juga bisa mengalami keringat berlebih. Ini karena tubuhnya bereaksi terhadap parasit dengan berfluktuasi suhu tubuh Anda.

Ini karena tubuhnya bereaksi terhadap parasit dengan berfluktuasi suhu tubuh Anda.

Nyeri di dada dan perut

Malaria dapat memperbesar limpa dan hati Anda, yang dapat menyebabkan nyeri dada dan perut. Gejala ini muncul 10 hari setelah parasit memasuki tubuh. Saat organ-organ mengembang, berat organ-organ ini juga meningkat. Nyeri dada dan perut adalah hasil dari kelebihan berat badan dan stres ekstra ini.

Mata kuning

Gejala ini sangat langka terjadi, tetapi jika melihatnya segeralah bertindak karena ini sangat berbahaya. Warna kuning di mata adalah tanda penyakit kuning. Ketika tingkat hemolisis intravaskular meningkat dalam tubuh karena malaria, itu dapat membahayakan hati yang mengarah ke penyakit kuning.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini