nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pagelaran Busana Pringgasela dari Denny Wirawan, Upaya Desainer Bangkitkan Perekonomian Lombok

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 15:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 25 194 2109200 pagelaran-busana-pringgasela-dari-denny-wirawan-upaya-desainer-bangkitkan-perekonomian-lombok-Dth8HVi3t4.jpg Koleksi busana Denny Irawan (Foto: M. Sukardi/Okezone)

Belum lenyap dari ingatan kita bagaimana gelombang besar air laut dan gempa menerjang Lombok, Nusa Tenggara Timur. Bencana alam tersebut menjadi duka bagi Indonesia, tak terkecuali pengrajin tenun Lombok.

Bangkit dari keterpurukan bukan hal mudah. Namun Desainer Denny Wirawan punya upaya sendiri untuk bisa berkontribusi menyelamatkan korban terdampak di Lombok. Adalah melestarikan tenun yang ada di sana dan menciptakan koleksi berkualitas baik.

 Fashion show

"Kita tahu bersama, Lombok beberapa waktu lalu dihantam bencana dan perekonomian di sana pun terpuruk. Bahkan, menurut penuturan salah seorang pengrajin tenun di Lombok Timur, mereka tidak bisa menenun selama 6 bulan karena tidak berani pulang ke rumah," terangnya pada Okezone setelah menggelar Trunk Show bertajuk 'Pringgasela' di Kembang Goela Restaurant Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Denny melanjutkan, mengetahui hal itu, dirinya pun coba mengulik lebih banyak kain yang ada di sana dan dia bertemu dengan kain Tenun Sundawa. Kain ini ada di Lombok Timur, daerah yang faktanya tak begitu banyak dilirik masyarakat. Namun, keindahan kain ini begitu luar biasa.

 Fashion show

Kain Tenun Sundawa ini berwarna pucat dengan motif stripes beraneka warna. Ada alasan khusus kenapa Denny memilih kali ini yang mungkin kurang 'bright' dibandingkan kain tenun Lombok lainnya.

"Kain tenun ini diciptakan dengan pewarnaan alami. Itu kenapa warnanya cenderung warna alam. Selain itu, motif garis yang menjadi identitas kain tenun ini jika diperhatikan lebih detail, cantik sekali," ungkapnya.

 Fashion show

Meski sudah cantik, Denny memberi sentuhan modern yang tak meninggalkan keetnisan kain tradisional tersebut. Touch of modern diberikan dengan memainkan motif stripes-nya. Jadi, tidak hanya lurus, tetapi dia modif dengan gaya menyilang atau diagonal. "Biar nggak monoton," tambahnya.

Bicara mengenai koleksi lebih jauh, tema 'Pringgasela' ini memiliki makna yang cukup dalam untuk Denny. Selain membangkitkan perekonomian korban terdampak bencana Lombok, dia ingin memberi kesan spesial buat pemakai koleksi ini.

"Saya ingin koleksi ini memberi sesuatu yang bermakna dan memberi manfaat bagi setiap ruang pribadi, baik pemakainya mau pun untuk masyarakat di Lombok Timur, khususnya di Desa Pringgasela," papar Denny.

Fashion show

Koleksi ini terdiri dari 48 look busana yang tidak hanya cantik, tetapi juga bisa memberi kesan strong, romantis, dan manis buat pemakainya. Pemilihan warna yang cenderung nude-pastel dan bahan-bahan selain tenun, yaitu organza dan tule, memberi sensasi yang berbeda dari koleksi wastra Indonesia ini.

Kesan modern-edgy bisa Anda dapatkan dari padupadan koleksi teranyar dari Denny Wirawan tersebut. Sebab, tidak hanya ada kain tenun Sundawa di sini, tetapi ada juga koleksi organza dengan aksen embroidery bermotif tenun Lombok lainnya. Ya, Denny menyampurkan beberapa motif Lombok yang ada menjadi satu kesatuan yang indah.

 Fashion show

"Saya rasa, keindahan motif tenun Lombok Timur akan lebih terasa maksimal jika dikombinasikan dengan motif Lombok yang lainnya. Ini juga akan memberi kesan 'grande' pada koleksi Pringgasela ini," kata Denny.

Perlu Anda ketahui, kain tenun Pringgasela ini menjadi spesial karena dibuat dengan pewarna alami. Tidak ada satu kain pun yang menggunakan pewarna tekstil. Karena itu, koleksi ini sangat spesial di mata Denny.

Pewarnaannya sendiri pun menarik untuk dikulik. Sumber pewarna yang digunakan berasal dari dedaunan atau kayu-kayuan. Dapat dijelaskan, para pengrajin tenun di Lombok Timur itu menggunakan daun nila yang menghasilkan pasta indigo untuk warna biru muda.

 Fashion show

Lalu, ada juga kayu sejaraman yang menghasilkan warna coklat atau krem. Tak kalah penting adalah bunga putri malu untuk menghasilkan warna hijau yang sangat cantik.

Sementara itu, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian menjelaskan, perlu banyak waktu untuk mencipta koleksi 'Pringgasela' ini. Dirinya bersama Denny Wirawan sampai pergi ke Lombok Timur untuk melihat langsung pengrajin kain Tenun Lombok Timur ini.

 Fashion show

"Saya begitu salut dengan Denny Wirawan. Dia terjun langsung melihat pengrajin dan ini dia lakukan sebagai upaya maksimal dia mencipta koleksi yang berkualitas. Tidak hanya itu, dia hadir langsung untuk pengrajin sebagai bentuk kepedulian dia pada korban terdampak bencana di sana. Makanya, koleksi ini begitu spesial untuk Denny," papar Renitasari.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini