nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Suka Memendam Emosi, Awas Kena Stroke Girls!

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 13:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 25 481 2109138 suka-memendam-emosi-awas-kena-stroke-girls-I8wM5stvFX.jpg Memendam emosi risiko stroke meningkat (Foto : Stuff)

Kamu suka memendam emosi terhadap suatu hal? Sebaiknya diungkapkan atau ekspresikan perasaanmu. Sebab, sebuah penelitian baru mengungkapkan suka memendam emosi dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, salah satunya stroke.

Studi yang akan dipublikasikan di the North American Menopause Society (NAMS) Annual Meeting 22-28 September di Chicago ini, menyatakan, memendam emosi untuk menghindari konflik atau pertengkaran dapat sangat berdampak pada kesehatan fisik wanita. Hal ini dapat mengarah ke penyakit kardiovaskular atau peredaran darah, termasuk stroke.

capek pusing

Studi itu menyebutkan, melepaskan emosi atau perasaan sebenarnya bisa baik bagi mental. Hal itu sama bermanfaatnya bagi kesehatan fisik.

Lebih lanjut, studi ini mensurvei 304 wanita yang tidak merokok dan sudah menopause. Para peneliti menguji, apakah memendam emosi berhubungan dengan aterosklerosis karotis atau penyempitan pembuluh darah yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung dan stroke.

Para peneliti menemukan, memendam emosi meningkatkan risiko penumpukan plak yang merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular dan depresi. Hasil ini berdasarkan pernyataan peserta wanita mengenai seberapa sering mereka marah. Pencitraan USG juga digunakan untuk mengukur plak karotid.

tidur takut

"Hasil kami menunjukkan bahwa ekspresi sosial-emosional wanita mungkin relevan dengan kesehatan kardiovaskular mereka," kata Karen Jakubowski PhD, penulis utama penelitian dari Departemen Psikiatri Pittsburgh University.

Sementara itu, Dr Stephanie Faubion, Direktus medis NAMS menilai bahwa penelitian ini sangat penting. Karena, wanita perlu memahami jika emosi mereka bisa memengaruhi kesehatan fisik.

Tutup Mulut

"Studi seperti ini sangat berharga karena menyoroti pentingnya memahami bagaimana emosi wanita dapat memengaruhi kesehatan fisiknya," tutup Dr Stephanie.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini