nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jumlah Apoteker di Indonesia Masih Belum Cukup Penuhi Kebutuhan Medis

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 25 September 2019 16:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 25 481 2109191 jumlah-apoteker-di-indonesia-masih-belum-cukup-penuhi-kebutuhan-medis-pdfoeINcPI.jpg Jumlah apoteker masih kurang (Foto: Contract Pharma)

TAHUKAH Anda, setiap tanggal 25 September selalu diperingati sebagai Hari Apoteker Sedunia? Profesi apoteker mungkin belum begitu mendapat banyak perhatian dari masyarakat. Padahal apoteker memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Apoteker adalah orang yang meracik obat berdasarkan resep dari dokter untuk memulihkan kesembuhan pasien dari penyakit dan menjaga tubuh tetap sehat. Apoteker juga memiliki kuasa untuk mengubah jenis obat sesuai dengan kondisi pasien. Sebab apoteker yang menguasai dan memahami jenis obat.

 Apoteker

Saat ini jumlah apoteker di Indonesia sudah mencapai lebih dari 40 ribu orang. Tapi ternyata, jumlah itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan apoteker di fasilitas pelayanan kesehatan khususnya bidang kefarmasian. Menurut Wakil Sekretaris Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Dra. R. Dettie Yuliati, M.Si., Apt, tenaga apoteker masih sangat dibutuhkan oleh puskesmas dan rumah sakit

"Jumlah puskesmas di seluruh Indonesia saat ini mencapai 9 ribu sekian, tapi baru 30% yang terpenuhi (ada apoteker). Begitu juga dengan rumah sakit yang biasanya jumlah apoteker tergantung bed. Di rumah sakit besar butuh 11-12 orang apoteker, tapi kadang masih kurang," ujar Dettie saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di Jakarta baru-baru ini.

 Apoteker

Dijelaskan olehnya, ada banyak faktor yang membuat jumlah tenaga apoteker sekarang ini masih kurang. Salah satunya adalah mereka yang lulus dari sekolah kefarmasian memilih menjadi entrepreneur sehingga memiliki perusahaan sendiri atau bekerja di bidang lain. Dettie menambahkan, sebanyak 70-80 persen apoteker berjenis kelamin perempuan yang terkadang sulit mendapatkan izin bekerja ketika berkeluarga.

Oleh karenanya, IAI bekerja sama dengan Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan serta dinas kesehatan kabupaten/kota untuk menempatkan apoteker di puskesmas. Dengan begitu diharapkan kebutuhan apoteker dapat terpenuhi.

"Dalam persyaratan akreditasi puskesmas itu harus tercantum ada apotekernya. Jadi upaya kita adalah agar puskesmas memenuhi persyaratan tersebut," pungkas Dettie.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini