Hari Kontrasepsi Sedunia: Ingat 2 Anak Cukup!

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 26 September 2019 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 26 196 2109804 hari-kontrasepsi-sedunia-ingat-2-anak-cukup-fnzatIVXQM.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TIDAK bisa disangkal, pendidikan seks di Indonesia masih sangat minim. Tidak heran jika jarang orang yang memahami secara lengkap pendidikan seks, seperti alat kontrasepsi.

Nah, tahukah Anda bahwa setiap tanggal 26 September itu diperingati sebagai Hari Kontrasepsi Sedunia? Momen peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penggunaan kontrasepsi, sehingga generasi muda mendapatkan informasi kesehatan reproduksi dan seksual.

Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) mengatakan, momen ini harus dimanfaatkan untuk mendorong kembali kampanye program kependudukan dan keluarga berencana di Indonesia. Ada beberapa yang harus kembali dibahas, seperti kontrasepsi sebagai proteksi sampai konsep ‘dua anak cukup’.

sehingga generasi muda mendapatkan informasi kesehatan reproduksi dan seksual.

"Penyediaan layanan kontrasepsi dan integrasi konsep pelayanan yang berbasis komunitas, telah berhasil menurunkan angka kelahiran, angka kematian ibu dan berkontribusi pada peningkatan partisipasi perempuan di bidang ekonomi," tutur dr. Hasto Wardoyo dalam acara “Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia 2019” di STFK Ledalero, Maumere, Nusa Tenggara Timur.

"Kampanye yang sangat kuat melembagakan dua anak cukup, telah pula membentuk norma sosial sebagai ukuran keluarga yang ideal,” tambahnya.

Menurut Hasto, saat ini angka kelahiran atau vertility rate di NTT masih menjadi yang tertinggi di Indonesia. Akibatnya, penyakit seperti stunting pun juga tinggi.

"Makanya, di sini adalah tempat untuk kita melakukan sesuatu terobosan-terobosan dan inovasi, terlebih masalah stunting ini kan menjadi public isu yang luar biasa. Kalau kita gotong royong, misalnya dari sisi kontrasepsi saya yakin ada hasil yang baik,” katanya.

Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 yang dilakukan oleh BPS mencatat, jumlah penduduk Provinsi NTT mengalami peningkatan dari 4.683.827 (Supas 2010) menjadi 5.112.760 (Supas 2015).

Provinsi NTT mengalami peningkatan dari 4.683.827 (Supas 2010) menjadi 5.112.760 (Supas 2015).

Kemudian pada tahun 2018 jumlah penduduk NTT telah mencapai 5,4 juta jiwa dengan dependency ratio 72,5 per 100 (BPS NTT). Angka ketergantungan NTT masih tinggi jika dibandingkan dengan angka ketergantungan nasional.

Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk itu, beberapa permasalahan kependudukan seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang baru mencapai 64,39 di tahun 2018. Angka ini jauh di bawah IPM nasional sebesar 71,39. Ditambah lagi, kategori Umur Harapan Hidup NTT di tahun 2018 baru mencapai 66,38 tahun 2018.

Kampanye akan Hari Kontrasepsi Sedunia atau biasa disebut World Contraception Day (WCD) pertama diluncurkan di seluruh dunia pada 26 September 2007. Pada peringatan ini, BKKBN mengusung tema Meningkatkan Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi Mencapai Indonesia Sehat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini