nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mampir ke Pulau Rinca Rumahnya Komodo Liar, Banyak Bonusnya

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 07:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 26 406 2109800 mampir-ke-pulau-rinca-rumahnya-komodo-liar-banyak-bonusnya-jjgTIM9u0b.jpg Wisatawan berfoto di belakang komodo di Pulau Rinca (Foto: Dewi/Okezone)

Mengenal binatang komodo lebih dekat paling seru langsung datang ke rumahnya. Ya, tepatnya ke Pulau Rinca yang menawarkan segudang pengalaman mengesankan.

Ketika liburan ke Labuan Bajo, pasti Anda sangat penasaran dengan keberadaan komodo di alam liar. Kalau datang ke Pulau Rinca banyak bonusnya lho.

Tak heran kalau para pesohor Tanah Air nyaman liburan kesini. Tempatnya indah, nuansanya pun damai!

 Laut

Naik speed boat dari Dermaga Kampung Ujung, Anda bisa menempuh perjalanan sekira satu jam. Jangan heran bila minim sinyal di sini, karena Anda diwajibkan menikmati panorama cantik, yang disuguhkan di seluruh kawasan Taman Nasional Komodo.

Sejauh mata memandang, air lautnya biru jernih, tak ada sampah di atas perairan. Dipadu dengan pemandangan savana khas Flores, yang tak bakal ditemukan di objek wisata lainnya.

Warnanya sungguh eye catching, ditambah kalau Anda pakai outfit bernuansa pastel, yang terang atau warna kalem. Tambah mantap kalau difoto!

 Orang-orang di dermaga

Setiba di Loh Buaya, Pulau Rinca, suasananya sungguh sunyi. Pikiran menjadi damai, hanya ada kapal-kapal bersandar di dermaga, itu pun tak banyak.

Nama Loh Buaya diambil dari bahasa lokal, artinya Teluk Buaya. Dahulu kala nelayan dari Kampung Rinca bertemu buaya, tepatnya buaya laut yang liar.

Setiba di gerbang Pulau Rinca, rasanya Okezone tak sabar melihat aksi liar komodo di rumahnya. Sekeren apa ya Pulau Rinca ini?

 Komodo

Tak sendirian, Okezone datang bareng rombongan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke Pulau Rinca. Menginjakkan kaki di pulau gersang ini, tak ada yang menyambut pertama, khususnya dari para ranger.

Duh, tambah harus waspada kalau memasuki area Pulau Rinca ini. Karena komodo bisa ada di mana-mana dan keberadaannya tidak dapat ditebak.

Sekira 10 menit jalan kaki, banyak orang berkaus biru menyambut wisatawan. Mereka adalau ranger komodo yang siap menemani Anda jalan-jalan di sana.

Lagi-lagi awas, komodo bisa berdiam atau lagi menghindar panas, yang tak diketahui oleh orang asing. Kalau tidak dekat dengan sang ranger, khawatirnya digigit.

Semua ranger di sini akan setia menemani wisawatan. Sampai mereka juga mau mencarikan momen terbagus untuk foto bareng komodo.

Sebelum menikmati seluruh kawasan Pulau Rinca, sebaiknya Anda harus menentukan dulu mau kemana selanjutnya. Selain bertemu komodo di tanah datar, Anda bisa menikmati pemandangan di atas bukit.

Ada short track, medium track serta long track. Juga terdapat sarang komodo atau tempat bertelurnya. Semua punya ciri khas berbeda-beda di setiap titik. Para ranger pun memberi kebebasan kepada wisatawan mau lanjut kemana.

 Komodo

Di sini para ranger siap memanjakan wisatawan sesuai kemampuan tenaga dan waktu. Karena kalau mau naik ke atas bukit, Anda harus menyiapkan ekstra energi.

"Di sebelah kiri kita jalannya lebih ke hutan, jarak jauh, tapi trek rata. Enggak ada view laut. Kalau ke kanan, ketemu sarang untuk reproduksi komodo. Bisa juga lanjut ke bukit short track, namun tidak landai," ungkap Naturalist Guide Anton di Pulau Rinca, Kamis, 26 September 2019.

Sambil jalan-jalan keliling kawasan, sang ranger yang menemani Okezone menceritakan seluk beluk komodo lebih jauh. Selain menjadi habitat komodo, di sini juga ada banyak satwa liar lain. Semuanya merupakan rantai makanan seekor komodo. Seperti buaya kuda, ular, burung, rusa, monyet, dan kerbau.

"Kalau di sini ada buaya laut liar, ada juga buaya darat alias komodo," ucap Anton sambil berkelakar.

Komodo, kata Anton, bisa punya masa hidup hingga usia 50 tahun untuk jantan. Sementara komodo betina umumnya mampu bertahan hidup selama 30 tahun. Yang paling besar, panjang seekor komodo bisa tiga meter dengan berat badan 100 kg.

Jika ingin melihat perbedaan jantan dan betina, Anda tinggal lihat dari postur tubuhnya. Kalau komodo jantan, postur tubuh lebih besar, kepala besar dan lebar. Kemudian, komodo betina cenderung lebih kecil dari lawan jenisnya.

"Komodo sifatnya individual. Tapi kalau yang berkelompok alasannya mencium makanan dari dapur, jarak penciumannya 5-6 km," lanjut Anton.

Sebenarnya, cukup mudah menemukan komodo berperawakan besar di sini, sehingga tak perlu menguras banyak energi. Di sekitaran dapur para ranger saja, para komodo sudah menyapa wisatawan.

Tapi kalau mau mendekat atau foto, ikuti instruksi para ranger ya, Okezoners! Kalau digigit komodo giginya sangat racun. Air liurnya juga mengandung puluhan bakteri, salah satunya listeria.

"Bakteri itu sifatnya meracuni darah. Jadi kalau digigit sekali, bisa mati kehabisan darah," sambung Anton.

Data dua tahun terakhir, di Pulau Rinca hidup sekira 1.500 ekor komodo. Menurut Anton, spesies komodo tak akan punah di sini. Karena mereka sudah bisa menentukan ekosistemnya sendiri.

"Komodo itu bisa menentukan ekosistemnya dengan bagus. Jadi enggak akan kelebihan atau kekurangan jumlah komodonya. Padahal mereka juga sifatnya kanibal," pungkas Anton.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini