nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rasa Lapar Bisa Picu Kemarahan, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 26 September 2019 19:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 26 481 2109709 rasa-lapar-bisa-picu-kemarahan-ini-penjelasan-ilmiahnya-OYHb5dF6XQ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Sebaik-baiknya manusia, pasti pernah dilanda emosi yang berujung pada kemarahan. Hal tersebut memang sangat manusiawi karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

Namun bila ditelisik lebih jauh, kemarahan, emosi, dan perilaku negatif lainnya ternyata sering dipicu oleh rasa lapar. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh MacCormack telah membuktikan bahwa, orang-orang yang tidak makan dalam kurun waktu tertentu, atau kondisi perutnya kosong selama kurang lebih 5 jam, diklaim lebih sering berprilaku negatif, mudah marah, dan sensi-an.

Hal tersebut dibenarkan oleh ahli gizi dr. Juwalita Surapsari, SpGK di bilangan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

 Perempuan marah

Menurutnya, secara ilmiah, orang-orang yang terbiasa menunda makan cenderung lebih mudah kepancing emosinya. Ini disebabkan karena kandungan glukosa di dalam tubuh mereka sudah mulai berkurang.

Seperti diketahui, glukosa merupakan sumber energi di dalam tubuh yang memainkan peran penting dalam menjaga stamina dan suasana hati manusia. Namun ketika gula darah turun, tubuh akan mengeluarkan hormon ghrelin. Hormon ini kemudian akan mencetuskan hormon kortisol (stres).

 Pria marah

"Saat kortisol dilepaskan, tubuh kita bawaannya jadi enggak enak atau sering juga disebut dengan istilah stressful. Pada tahap tersebut rasa marah akan muncul," tuturnya.

Tidak hanya itu, Juwalita menyebutkan bahwa otak juga menjadi salah satu organ di dalam tubuh yang bergantung pada glukosa. Bila asupan glukosa mulai menurun, kadar Neuropeptide Y di otak akan semakin tinggi sehingga dapat memengaruhi perilaku seseorang.

Ia akan lebih agresif dan lebih gampang melontarkan kata-kata kasar. Untuk menanggulangi hal tersebut, Juwalita menyarankan untuk selalu menyediakan camilan khusus sebagai pengganjal perut pada jam-jam krusial.

Kadar gula biasanya menurun menjelang jam makan siang sekitar pukul 09.00 - 12.00. Lalu, menjelang makan malam sekitar pukul 16.00, pada saat itu perut sedang kosong-kosongnya.

Jadi, bila Anda tidak sempat menyantap makan siang, tubuh masih mendapat asupan nutrisi dari camilan atau snack cadangan. Lantas snack apa yang cocok untuk mengganjal perut?

"Karbohidrat itu bisa menaikkan kadar gula dengan cepat, tapi turunnya juga cepat antara 2-3 jam. Yang direkomendasikan itu protein dan serat karena bisa bertahan sampai 6 jam. Proses pencernaannya juga lebih lama, sehingga gula darah akan lebih lama bertahan di dalam darah. Jadi kita gak cepat emosi juga," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini