nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaya Hidup Seperti Ini Bikin Kesehatan Paru-Paru Memburuk

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 01:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 26 481 2109825 gaya-hidup-seperti-ini-bikin-kesehatan-paru-paru-memburuk-20pAsadVX7.jpg Ilustrasi (Foto: Yourhealth)

Bertepatan dengan Hari Paru Sedunia atau World Lung Day 2019 yang jatuh tanggal 25 September 2019, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) bersama organisasi lainnya mengajak masyarakat untuk lebih peduli tentang kondisi kesehatan paru-parunya.

Tahun ini tema yang diambil adalah ‘Healthy lungs for all’. Arti tema tersebut adalah mengajak masyarakat, baik itu anak-anak maupun dewasa, untuk menjaga kesehatan paru-paru.

Paru-paru merupakan satu-satunya organ yang ada di dalam tubuh namun langsung berhubungan dengan lingkungan luar. Hal ini membuat organ tersebut lebih rentan untuk terkena infeksi.

 Rontgen

Contoh, apabila seseorang menghirup udara yang kotor, berpolusi, atau mengandung zat berbahaya seperti asap rokok, maka itu bisa merusak paru-parunya.

“Apa yang kita hirup itu bisa langsung menimbulkan kelainan di paru. Jantung dan ginjal ada di dalam tubuh, otak ada tempurung, tapi kalau paru-paru langsung berhubungan dengan dunia luar. Jadi jagalah paru-paru kita bersama, paru sehat untuk semua orang,” ujar DR. dr Agus Dwi Susanto, Sp.P (K), FISR, FAPSR selaku Ketua Umum PDPI saat ditemui Okezone dalam jumpa pers ‘Paru Sehat Untuk Semua’, Kamis, 26 September 2019 di Jakarta.

Dr Agus menekankan, paru-paru yang sehat akan membuat tubuh menjadi sehat. Oleh karenanya, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan paru-parunya dengan cara memerhatikan kondisi udara yang dihirup. Pastikan udara yang masuk ke paru-paru memiliki kualitas baik. Selain itu, lakukan tindakan preventif seperti memakai masker.

“Kalau kita hirup udara yang salah, maka itu bisa jadi penyakit,” imbuh dr Agus.

Dirinya mengakui hingga saat ini kesadaran masyarakat tentang kesehatan paru-paru masih belum begitu baik. Terbukti masih banyak orang terutama pria yang merokok, jumlahnya mencapai 69 persen. Padahal asap rokok dapat merusak paru-paru karena mengandung zat berbahaya.

Di sisi lain, banyak pula masyarakat yang enggan mengenakan masker ketika beraktivitas di luar rumah padahal kualitas udara sedang buruk. Kalaupun memakai masker, cara pemasangannya salah.

Masalah lainnya adalah tak sedikit pasien paru yang tidak teratur menjalankan pengobatan. Akibatnya paru-paru mereka yang terkena infeksi tidak bisa disembuhkan secara optimal. Dampaknya tentu bisa menjadi lebih buruk.

“Ini masih menjadi PR bersama, termasuk dokter paru untuk memberi kesadaran pada masyarakat. Kami dari PDPI berusaha memberikan pelatihan kepada dokter-dokter mengenai kesehatan paru. Pemerintah juga memegang perperanan penting tentang edukasi kesehatan paru kepada masyarakat. Ingat, napas adalah kunci kesehatan, dengan napas itu kalau paru sehat maka tubuh sehat,” pungkas dr Agus.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini