nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Guratan Batik Dipadukan dengan Barang-Barang Bekas

Syifa Hanifah Firdiani , Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 14:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 27 194 2110040 ketika-guratan-batik-dipadukan-dengan-barang-barang-bekas-78SdZFTExt.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang cenderung membuang barang-barang sisa produksi, padahal barang-barang bekas tersebut masih memiliki segudang manfaat. Nah, salah satu yang memanfaatkan barang sisa produksi adalah industri fashion.

Mereka berlomba-lomba menggunakan produk yang memiliki tingkat sustainability tinggi, sebagai usaha dan kontribusinya menjaga lingkungan guna menghindari sampah dan limbah yang tidak dapat didaur ulang.

Karenanya, menyambut Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober, Galeries Lafayette menggandeng beberapa brand batik ternama yaitu NES, Aruna, Galeri Batik Jawa dan Jaga Wastra, menggelar pagelaran trunk show yang bertajuk Sustainable Batik Day serta turut meluncurkan koleksinya yang diproduksi secara sustainable.

dengan mengolah sebagai barang-barang tersebut menjadi aksesori, tas, tatakan gelas dan lainnya.

Menurut pendiri NES, Hellen Dewi Kirana, Sustainale Batik merupakan upaya dan inovasi dari para pengrajin batik untuk melakukan proses membatik ramah lingkungan dengan mengurangi sampah organik dan non-organik. Caranya, dengan mengolah sebagai barang-barang tersebut menjadi aksesori, tas, tatakan gelas dan lainnya.

Hellen pun bekerja sama dengan pak Heri Susanto dalam membentuk brand Batik Baik, NES yang memberi konsep dan pak Heri yang membuat aksesori dan peralatan membatik dari barang bekas.

NES sendiri mengeluarkan seri Batik baik yang tidak hanya melalui tahap produksi dan menggunakan material dari bahan daur ulang dan ramah lingkungan seperti gunnysack, cardboard, plywood untuk membuat batik stamp dan proses pewarnaan natural.

"Pak Heri ini awalnya malu untuk memperkenalkan produk dari barang bekas yang sudah dibuatnya, tapi saya bilang ini ide bagus loh pak, membuat aksesori atau peralatan membatik dari berbagai barang bekas," ujar Hellen dalam acara 'Sustainable Batik Day' di Jakarta.

Koleksi ini juga dikerjakan oleh para pengrajin lokal sehingga tidak hanya sustainable terhadap lingkungan hidup, namun juga terhadap masyarakat dan sumber daya manusia.

membatik dari berbagai barang bekas,

Seluruh koleksi yang ditampilkan dari berbagai brand batik juga menggunakan bahan dan alat daur ulang dari bahan yang sudah tidak digunakan sehingga meminimalisir limbah.

Pada trunk show kali ini galeries lafayette juga menggandeng seniman Wita Wilkes yang merupakan seorang pelukis batik dan juga kolektor kain nusantara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini