nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Ditahan KPK, Imam Nahrawi Tampil Nasionalis dengan Jaket Bomber Garuda Pancasila

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 22:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 27 194 2110300 sebelum-ditahan-kpk-imam-nahrawi-tampil-nasionalis-dengan-jaket-bomber-garuda-pancasila-WEIS4egsBE.jpg Imam Nahrawi dengan jaket bomber Garuda Pancasila (Foto: Ist.)

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, hari ini, Jumat (27/9/2019), resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia ditahan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018.

Meski statusnya kini sudah resmi menjadi tahanan KPK, jaket yang dikenakan Imam Nahrawi saat menjalani pemeriksaan di Gedung Dwiwarna KPK siang tadi sukses membuat sejumlah netizen gagal fokus.

Penampilan mantan sekjen PKB sebelum mengenakan rompi oranye itu memang terlihat berbeda. Ia datang mengenakan jaket bomber motif batik dengan warna cerah. Apalagi pada bagian tengahnya tersemat gambar burung Garuda Pancasila.

 Pria berdiri pakai jaket

Hasil penelusuran Okezone, bomber batik tersebut ternyata berasal dari sebuah online shop di Instagram. Setelah menghubungi via sambungan telefon, sang pemilik toko pun menjelaskan secara rinci maksud dari motif batik yang dikenakan oleh Imam Nahrawi.

"Tema besarnya memang terinspirasi dari Garuda Pancasila. Awalnya gue mikir, batik itu kan kekayaan budaya asli Indonesia, jadi kenapa tidak dicantumkan saja lambang negara lalu dikombinasikan dengan motif batik mega mendung," terang Yos Christian Addyputra, Founder Garuda Kencana Batik kepada Okezone, Jumat (27/9/2019).

 Pria duduk di mobil

Lebih lanjut, Yoshua menjelaskan, selain memadukan lambang Garuda Pancasila dan motif mega mendung, jaket itu juga dikombinasikan dengan warna merah putih yang terlihat begitu pekat. Secara garis besar, arti motif dari bomber batik ini adalah untuk menonjolkan semangat patriotisme.

Motif itu kemudian diaplikasikan Yoshua pada bomber jacket berbahan sutra atbm baron yang dibuat secara tradisional atau handmade. Alhasil, tampillannya terlihat mewah namun tetap edgy.

"Kenapa jaket? Gue ingin mengubah paradigma masyarakat bahwa batik itu pakaian formal dan harus dikenakan dengan celana bahan. Padahal, batik itu juga bisa dipakai untuk bergaya modis atau streetwear. Sehingga anak muda akan semakin tertarik untuk memakainya, sehingga nanti endingnya batik bisa diulik lagi oleh desainer lokal maupun mancanegara," terang Yos.

"Dengan mengusung konsep kontemporer seperti ini juga menunjukkan bahwa batik Indonesia tidak kalah dari branded-branded goods yang sering dipakai anak muda," tambahnya.

Yos juga sempat menceritakan alasan jaket batiknya bisa sampai dikenakan oleh Imam Nahrawi. Hal ini bermula dari pihak Imam yang memang menghubunginya langsung untuk memesan batik. Kebetulan, saat itu Imam masih menjabat sebagai Menpora.

"Saya pilihkan jaket karena beliau di Kemenpora, jadi untuk menunjukkan jiwa muda, dan bisa dipakai mobile juga di lapangan saat melalukan kunjungan, memantau acara olahraga dan lain-lain. Respons beliau positif karena motifnya juga tidak kaku," tukas Yos.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini