nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masih Banyak PR untuk Mengentas Kesetaraan Gender di Tanah Air

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 17:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 27 196 2110116 masih-banyak-pr-untuk-mengentas-kesetaraan-gender-di-tanah-air-P7flqnx3sD.jpg Kesetaraan Gender belum merata (Foto: Believe Earth)

SELAIN pemerintah, banyak stakeholder yang mulai memikirkan hak anak dan perempuan serta kesetaraan gender. Sebab, di masa sekarang masih banyak masalah yang dihadapi di masyarakat akan hal itu.

Soal kesetaraan gender dan terkait pemberdayaan perempuan dan anak, serta pemenuhan hak mereka, hingga kini masih belum dianggap merata. Baik itu di pedesaan maupun perkotaan besar, yang mana populasi perempuan masih sangat besar.

Ilustrasi kesetaraan gender

Direktur Eksekutif Plan International Indonesia Dini Widiastuti mengatakan, sudah selayaknya perempuan dan anak bisa mengenyam pendidikan setinggi mungkin, serta nantinya menikmati pekerjaan yang layak. Hal tersebut harus diperjuangkan untuk mendukung kesetaraan gender serta hak mereka.

"Kami ingin anak-anak perempuan dapat menikmati kesempatan yang setara untuk pendidikan, pekerjaan, dan hal lainnya sehingga mereka dapat lebih berdaya," ucap Dini.

Dini bahkan menggerakkan Girls Fund, sebuah inisiatif pendanaan publik untuk kepentingan anak perempuan yang terpinggirkan. Ada tiga fokus yang dikerjakan, yaitu beasiswa, pendanaan untuk kelompok organisasi kaum muda, serta dukungan pembangunan infrastruktur untuk perempuan dan anak-anak terpinggirkan.

Ilustrasi kesetaraan gender

“Kerja-kerja kami belum selesai dan masih banyak pekerjaan rumah yang menjadi tanggung jawab kita bersama. Di antaranya permasalahan perkawinan usia anak, dan juga tinginya persentase penganggur usia muda,” ungkap Dini.

Tentu untuk mewujudkan kesetaraan gender tersebut, pihaknya tak mampu bekerja sendiri. Pemerintah, masyarakat, serta stakeholder harus turut andil dalam hal ini.

 Ilustrasi kesetaraan gender

“Kami tidak dapat bekerja sendiri, tapi memerlukan kemitraan untuk dapat bersama-sama memenuhi ambisi-ambisi pembangunan dan memenangkan bonus demografi,” pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini