nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Jenis Gas Air Mata Beserta Kandungan di Dalamnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 18:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 27 481 2110172 mengenal-jenis-gas-air-mata-beserta-kandungan-di-dalamnya-wMjihB1j7G.jpg Gas air mata dalam demo di Hong Kong (Foto: Skynews)

Aksi unjuk rasa para mahasiswa menolak RUU KUHP sempat berujung pada tembakan gas air mata yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Gas air mata adalah salah satu senjata yang paling efektif untuk membubarkan para massa yang anarkis.

Merangkum dari Britannica, Jumat (27/9/2019) gas air mata biasa disebut dengan lacrimator. Gas air mata adalah salah satu dari zat yang mengiritasi selaput lendir mata yang menyebabkan sesnasi menyengat dan air mata.

 Unjuk rasa di Hong Kong

Zat ini pertama kali digunakan pada Perang Dunia 1 dalam perang kimia meskipun efeknya jangka pendek dan jarang melumpuhkan. Zat yang paling sering digunakan sebagai gas air mata adalah senyawa halogen organik sintetik.

Mereka bukanlah gas sejati melainkan cairan atau padatan yang dapat dengan halus tersebar di udara melalui penggunaan semprotan, generator kabut, geranat atau peluru.

Setidaknya ada dua jenis gas air mata yang paling sering digunakan. Di antaranya adalah chloroacetophenone atau biasa disebut CN dan chlorobenzylidenemalononitrile yang disebut CS. CN adalah komponen utama dari agen aerosol mace dan banyak digunakan dalam pengendalian kerusuhan yang bakal mempengaruhi mata.

Sementara CS adalah iritan yang lebih kuat sehingga menyebabkan sensasi terbakar di saluran pernapasan hingga seseorang akan menutup matanya secara tidak sengaja. Walau lebih kuat, namun efeknya dapat hilang lebih cepat sekira 5-10 menit menghirup udara segar.

Adapun senyawa lain yang digunakan atau disarankan sebagai bahan baku gas air mata adalah bromoaseton, benzil bromida, etil bromoasetat, xylyl bromide dan a-bromobenzyl sianida.

Meski efeknya cukup mengerikan, namun efek gas air mata bersifat sementara dan reversibel. Dalam beberapa kasus, seseorang bisa menghindari gas air mata menggunakan masker gas dengan filter arang aktif.

Selain dua jenis gas air mata yang disebutkan sebelumnya, terdapat pula semprotan merica/lada. Semprotan ini juga menimbulkan rasa pedih pada mata karena terbuat dari capsaicin yang dicampur dengan pelarut seperti minyak jagung dan minyak sayur. Semprotan merica ini biasanya tidak digunakan untuk membubarkan masa, namun lebih kepada senjata pertahanan diri pribadi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini