Kisah Inspiratif Jojo dan Dian yang Ingin Wujudkan Cita-Cita Jadi Jurnalis

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 27 September 2019 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 27 612 2110250 kisah-inspiratif-jojo-dan-dian-yang-ingin-wujudkan-cita-cita-jadi-jurnalis-PH3FRTUfmq.jpeg Kisah inspiratif jadi jurnalis (Foto: Inews)

BERKEMBANGNYA teknologi dan kehadiran media sosial membuat setiap orang kini seakan bisa menjadi jurnalis. Mereka dapat merekam kejadian yang ada di sekitarnya dan kemudian melaporkan lewat media sosial atau langsung mengirim ke media konvensional memanfaatkan ponselnya.

Tapi tentu mereka bukanlah jurnalis profesional. Istilah yang tepat untuk mereka adalah citizen journalism atau jurnalisme warga. Akan tetapi, bukan berarti mereka tidak bisa menjadi jurnalis sungguhan.

Melihat semakin banyaknya masyarakat yang memiliki minat untuk melaporkan suatu kejadian, iNews menggelar Mobile Journalist Competition (MojoC). Kompetisi tersebut memberikan kesempatan pada masyarakat awam yang ingin serius menekuni bidang jurnalistik.

Ilustrasi

Saat ini sudah ada 30 peserta terpilih yang mengikuti MojoC. Mereka tampil dalam program “Inside Mojoc” di iNews TV, setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 15.35 WIB. Program tersebut menayangkan cerita di balik layar liputan para peserta kompetisi. Klik halaman selanjutnya untuk info lebih lanjut mengenai kisah inspiratif jadi jurnalis.

Salah satu peserta yang mengikuti MojoC adalah Johannes Chairul Chang Maringga. Pria yang akrab disapa Jojo itu berasal dari Medan. Profesi aslinya adalah seorang guru honorer di SD Negeri 064983 Medan Helvetia. Sebagai guru, pria berusia 27 tahun itu tentunya tak kesulitan berbicara di depan kamera.

Jojo memang sudah lama memiliki cita-cita menjadi jurnalis. Dirinya berharap bisa mewujudkan impiannya itu dengan keluar sebagai pemenang kompetisi.

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcSa-K7MhMcq6CoB7gvJdqSVvB0sWevb9kBLutYeTHLM7vXlf1bi

“Kalau menang, saya ingin kasih pelukan dan ciuman hangat di pipi dan kening mama. Sejak dulu saya dan almarhum abang suka banget berebut itu,” ujar Jojo dengan meneteskan air mata karena teringat sang ibunda.

Dalam kompetisi tersebut, Jojo meliput anak-anak muda yang tergabung dalam komunitas Vespa ekstrem. Dirinya merasa tertarik untuk menelusuri tujuan komunitas tersebut memodifikasi kendaraannya dari bahan daur ulang yang terlihat penasaran. Selain itu, ia penasaran cara komunitas tersebut mampu mengelilingi berbagai tempat di Indonesia.

“Saya menghubungi anggota komunitas itu sejak malam, meminta izin untuk meliput. Awalnya merasa deg-degan saat mendekati mereka, tapi ketika berinteraksi, ternyata mereka sangat ramah. Bahkan mereka memperbolehkan saya mencoba naik kendaraan, banyak hal positif yang saya dapat dari kisah mereka,” ujar Jojo.

Sementara itu, peserta lainnya yaitu Dian Waruru mengangkat liputan tentang Magic Art 3D Museum. Dirinya telah banyak membuat liputan menarik hanya dengan berbekal ponsel khususnya mengenai tempat wisata. Video-video hasil liputan diunggah oleh wanita berusia 21 tahun itu ke YouTube.

Sama seperti Jojo, Dian juga memiliki cita-cita untuk menjadi jurnalis. Namun ia tak ingin mengecewakan kedua orangtuanya. Wanita asal Nias itu merantau ke ibu kota untuk melanjutkan pendidikan di tingkat universitas.

Ilustrasi jurnalis

“Saya merantau ke Jakarta berjuang untuk papa dan mama saya. Di sini saya harus menunjukkan bahwa saya bisa membahagiakan mereka dan mencapai apa yang saya cita-citakan,” imbuh Dian.

Masih banyak kisah menarik lainnya tentang peserta MojoC. Saksikan kisah-kisah perjuangan peserta kompetisi demi cita-cita menjadi jurnalis era digital hanya di iNews. Nantinya, mereka yang keluar sebagai pemenang akan mendapatkan hadiah senilai Rp 100 juta.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini