nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perlukah Tambahkan Gula ke Kopi?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 28 September 2019 20:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 28 481 2110528 perlukah-tambahkan-gula-ke-kopi-TYdB7SDLZ1.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETIAP orang punya cara masing-masing untuk menikmati racikan kopi favoritnya. Ada yang menambahkan gula untuk menimbulkan sensasi rasa manis, ada juga yang memilih tidak pakai gula karena ingin menikmati rasa asli kopi.

Semuanya tergantung selera masing-masing, namun akhir-akhir ini, di industri kopi Indonesia sendiri para barista mulai mengedukasi para konsumennya untuk mencoba menikmati olahan kopi tanpa gula.

Fadil Daril Khairun, Barista dari Say Something Coffee menuturkan, sebagian besar olahan kopi yang diracik menggunakan teknik manual brew, hampir pasti tidak menggunakan tambahan gula.

Bila dicampurkan dengan gula, rasa-rasa tersebut akan langsung tersamarkan oleh rasa manis dari gula itu sendiri.

Tujuannya adalah untuk memunculkan karakteristik rasa kopi yang 'tersembunyi'. Ambil contoh varietas kopi Malabar asal Jawa Barat yang memiliki sensasi rasa fruitu seperti nangka, lemonade, atau pisang.

Bila dicampurkan dengan gula, rasa-rasa tersebut akan langsung tersamarkan oleh rasa manis dari gula itu sendiri.

"Setiap kopi itu punya karakteristrik yang unik, khususnya arabika kalau diseduh manual. Jadi kami para barista biasanya akan mengedukasi atau mendorong konsumen untuk mencicipi kopi tanpa gula," tutur Fadil saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Sabtu (28/9/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan, sensasi rasa manis sebetulnya bisa ditimbulkan tanpa menambahkan gula, caranya adalah dengan menggunakan milk based. Campuran susu pada kopi diklaim dapat menghadirkan rasa manis pada racikan kopi, meski tidak semanis gula.

Perlu diketahui bahwa kopi yang diseduh secara manual tidak selamanya pahit. Manisnya bisa didefenisikan seperti ketika seseorang memakan buah salak, di mana sensasi rasa manisnya 'lengket' di lidah.

Perlu diketahui bahwa kopi yang diseduh secara manual tidak selamanya pahit.

Informasi-informasi seperti inilah yang masih belum diketahui secara luas oleh para penikmat kopi di Indonesia. Maka dari itu, Fadil dan teman-temannya selalu memberikan edukasi kepada para pelanggan coffee shop mereka.

"Kalau dia sering datang kita coba edukasi. Karena tujuan utamanya barista itu mengedukasi. Saya punya pelanggan yang dulu minum kopi harus pakai gula. Awal-awal saya bujuk dia untuk mengurangi gulanya. Yang tadinya 30 ml, jadi 15 ml saja," terang Fadil.

"Terus akhirnya sekarang dia benar-benar pesan tanpa gula. Dari edukasi dan informasi yang saya berikan, lambat laun dia sudah tahu dan bisa merasakan karakteristrik kopi itu sendiri," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini