nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Tina Dijodohkan Paksa hingga Akhirnya Menemukan Cintanya Kembali

Della Astrini, Jurnalis · Minggu 29 September 2019 01:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 29 196 2110567 kisah-tina-dijodohkan-paksa-hingga-akhirnya-menemukan-cintanya-kembali-WMC95lDlPk.jpg

KASUS kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sering kita temui di mana saja, baik di kota maupun di daerah. Tak hanya pada pasangan muda, kasus KDRT juga dialami suami istri yang sudah lama membina rumah tangga. Dan, biasanya, kasus ini tak jauh-jauh dari cerita perjodohan paksa.

Seperti yang dialami oleh wanita asal dari Bandung ini, sebut saja Tina. Dia adalah korban KDRT yang dilakukan oleh mantan suaminya.

Perempuan korban KDRT

Tina dan suaminya dikarunia satu anak yang masih kecil yang mana masih membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Sayangnya, diusia Toni (nama samaran) yang terbilang masih sangat kecil sudah kehilangan kasih sayang dari seorang ayah. Benar saja, kasus ini bermula dari perjodohan paksa.

"Awalnya belum siap nikah, tapi karena dijodohkan sama orang tua ya aku mau, karena untuk menutupi masalah keluarga juga sebenarnya," ungkap Tina kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Diusia Tina yang masing sangat muda pada waktu itu, yaitu 20 tahun, sangat disayangkan karena ia menikah akibat paksaan dari orangtua.

Namun yang lebih disayangkan, masalah tersebut muncul karena ulah kakak Tina yang membuat malu keluarga.

"Kaka aku MBA (married by accident). Jadi supaya kakak aku bisa pulang ke rumah tanpa banyak pertanyaan dari tetangga dan untuk mengalihkan tetangga dengan pernikahan aku," ujarnya.

Sayangnya, rumah tangga Tina dan suaminya hanya bertahan 3 tahun, karena tidak ada kecocokan selama mereka membangun rumah tangga plus masalah KDRT. "Karena tidak ada rasa cinta dari awal pernikahan dan kecocokan satu sama lain sampai akhirnya dia ngelakuin KDRT," tuturnya.

Setelah menjadi korban KDRT, ia pun akhirnya memilih untuk bercerai karena tidak tahan dengan sikap suaminya. Hebatnya, setelah itu Tina mampu menafkahi anaknya sendiri, berperan sebagai ibu sekaligus ayah.

Tina pun mengatakan tidak trauma terhadap pria lain yang mampu mengambil hatinya dan ingin memikat hati Tina. "Pastinya aku tidak trauma sih karena aku pun juga dulu kan dijodohkan secara paksa," ujarnya.

Beruntung, setelah mengalami hal yang tidak diinginkan dalam rumah tangganya dengan suaminya, akhirnya Tina mendapatkan dambaan hatinya yang bisa menerima keadaannya apa adanya. Mereka pun juga saling mencintai satu sama lain.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini