nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Co-Branding Jadi Jurus Kemenpar Capai Target Kunjungan Wisman 2019

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 29 September 2019 20:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 29 406 2110700 co-branding-jadi-jurus-kemenpar-capai-target-kunjungan-wisman-2019-bUSVueIx0h.JPG Dua turis asal Jepang saat berwisata di Yogyakarta (Foto: Utami Riyani/Okezone)

Demi memenuhi target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) 2019, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi menggandeng 138 mitra co-branding. Strategi ini dinilai ampuh untuk meningkatkan branding pariwisata Indonesia, baik dalam lingkup domestik maupun internasional.

Dalam kata sambutannya, Menteri Pariwisata Arief Yahya menegaskan bahwa untuk memajukan pariwisata Indonesia tentu tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kemenpar. Diperlukan kolaborasi antar stakeholder dalam spirit Indonesia Incorporated.

"Saya mengapresiasi kerjasama co-branding dengan seluruh mitra dalam sebuah kolaborasi yang cantik salam rangka mendukung program Kemenpar," kata pria asal Banyuwangi itu saat acara Wonderful Indonesia Co-Branding 2019, di Balairung Soeailo Sudarman, Jakarta Pusat, Jumat 27 September 2019.

 Turis berjalan

(Foto: Utami Riyani/Okezone)

Menpar Arief Yahya menambahkan, Indonesia mengalami peningkatan cukup signifikan pada Travel Tourism Competitive Index 2019 dari World Economic Forum, khususnya pada aspek Country Brand Strategy.

Setelah menduduki peringkat 47 pada 2018 lalu, tahun ini posisi Indonesia melonjak menjadi posisi 38, jauh berada di atas Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang berturut-turut menempati ranking 47, 72, dan 101.

"Ini artinya, brand Wonderful Indonesia semakin dikenal secara global dan hal ini tidak terlepas dari kontribusi mitra Co-Branding," terang Arief Yahya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bisang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Rizki Handayani Mustafa menjelaskan alasan perlunya kerjasama dengan merek-merek terkenal yang ada di Indonesia.

 Turis di Bali

(Foto: Utami Riyani/Okezone)

Hal ini tidak rerlepas dari prinsip Co-Branding itu sendiri yang mengintegrasi antar 2 atau lebih brand dengan tujuan meminimalisir cost.

"Akses ke new market dan mengurangi risiko karena menggunakan brand yang familier. Contohnya adalah bagaimana BMW dan Louis Vuitton. BMW memproduksi sports car, sementara LV mendesain tas khusus yang menjadi branding paket pembelian mobil BMW," katanya.

Pada kesempatan kali ini juga diselenggarakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan beberapa mitra dan calon mitra yang sudah melewati proses seleksi dan kurasi.

Kemudian dilakukan pula penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemenpar dan beberapa mitra co-Branding.

"Program Co-Branding harus dieksekusi di level operasional dengan pemerintah sebagai agen yang memfasilitasi," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini