nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Mudah Tingkatkan Kandungan Omega-3 pada Telur

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 29 September 2019 13:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 29 481 2110671 cara-mudah-tingkatkan-kandungan-omega-3-pada-telur-3BYvOVnBB8.jpg Telur Omega 3

Telur ayam memiliki beragam jenis, mulai dari telur ayam negeri, telur ayam kampung, telur ayam organik dan telur omega 3. Dibandingkan telur lainnya, telur omega 3 memiliki harga jauh di atas harga rata-rata telur pada umumnya karena memiliki khasiat yang lebih banyak.

Telur Omega 3 bermanfaat untuk merawat kesehatan kardiovaskuler, meningkatkan perkembangan otak bayi, mencegah demensia, menjaga kesehatan mata, bahkan mengurangi depresi. Sayangnya harga telur omega 3 yang cukup tinggi membuat orang enggan mengkonsumsinya.

ayam petelur

Padahal menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi omega 3 yang dianjurkan pada anak jumlahnya sebesar 0,5%. Sedangkan jumlah rata-rata omega 3 yang dikonsumsi anak Indonesia hanya mencapai 0,2% dari energi yang dibutuhkan. Ini berarti, anak-anak di Indonesia baru memenuhi 39% dari angka rekomendasi WHO.

Berangkat dari fakta ini, Andrew Darmawan, mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pelita Harapan melakukan penelitian untuk meningkatkan kandungan omega 3 pada telur.

“Selama ini nilai telur omega 3 memiliki potensi untuk ditingkatkan dengan adanya penambahan sumber omega 3 ke dalam pakan ayam petelur. Ikan merupakan salah satu sumber omega 3, dan saya melihat potensi dari ikan teri yang banyak terdapat di pasar tradisional Indonesia. Selain harganya murah, ikan ini mengandung omega 3 yang tinggi,” ungkap mahasiswa Angkatan 2015 ini.

Andrew pun menuangkan hasil penelitian yang telah dilakukan sejak Januari 2019 hingga Juli 2019 ke dalam tugas akhir perkuliahannya berjudul “Pengaruh Penambahan Ikan Teri yang Dikeringkan pada Pakan Ayam Petelur Terhadap Peningkatan Kadar Omega-3 Telur” dengan dosen pembimbing Dr Tan Tjie Jan.

Pada penelitian ini, ikan teri yang berasal dari pasar tradisional Indonesia ditambahkan ke dalam pakan ayam petelur. Tahap awal penelitian ini dimulai dari ektraksi minyak ikan teri dan penentuan berat keringnya. Selanjutnya, ekstrak ikan teri itu dicampurkan pada pakan ayam petelur.

Setelah tiga hingga empat minggu, telur dari ayam yang diberi pakan dengan kandungan ikan teri diambil dan dianalisis. Andrew menjelaskan, kandungan omega-3 yang ditemukan pada kontrol mengalami kenaikan signifikan hingga tiga kali lipat dari sebelumnya, setelah ayam petelur mengonsumsi ikan teri selama 24 hari.

“Saya berharap hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi para peternak ayam petelur di Indonesia terutama dalam meningkatkan kualitas produksi telur omega-3 dengan sumber daya alam yang banyak tersedia di laut Indonesia. Dengan demikian, tentu akan berdampak pada harga telur omega 3, yang semakin bisa terjangkau oleh semua orang,” tutupnya.

Dalam Jurnal Food Chemistry, sebuah penelitian di Australia pada 2006 menemukan fakta bahwa kuning telur reguler dan organik biasanya mengandung sekitar 1,3 persen asam lemak omega 3. Sementara, kuning telur omega 3 dapat mengandung hingga 6 persen asam lemak ini.

Telur omega 3 juga ternyata memiliki kandungan asam lemak jenuh terendah dari semua telur. Maka tidak heran, telur omega 3 lebih kaya manfaat dibandingkan jenis telur lainnya. Perbedaan telur biasa dan omega 3 terletak pada perawatan yang dilakukan kepada ayam petelurnya. Pasalnya, ayam tidak menghasilkan kandungan omega 3 sendiri.

Telur omega 3 dihasilkan oleh ayam petelur yang diberi makanan khusus yang mengandung lebih banyak omega 3. Misalnya minyak alga laut atau minyak biji rami, sehingga akan memperbanyak kandungan omega 3 di dalam telur yang dihasilkan nantinya. Sayangnya pakan ini masih terbilang mahal harganya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini