Tak Perlu Malu Jadi Janda, Komunitas Ini Siap Beri Dukungan Moral!

Novie Fauziah, Jurnalis · Minggu 29 September 2019 22:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 29 612 2110802 tak-perlu-malu-jadi-janda-komunitas-ini-siap-beri-dukungan-moral-DhHBoGM4Hz.jpg Komunitas Save Janda (Foto: Ist)

Menyandang status janda terkadang dianggap aib, hanya karena perempuan sudah tidak lagi memiliki suami. Baik janda cerai maupun ditinggal mati.

 Pendiri Save Janda

Namun saat ini perempuan seharusnya tak perlu malu lagi menyandang status janda sebab menjadi janda itu merupakan takdir dari Allah. Apalagi saat ini sudah ada komunitas Save Janda yang selalu siap memberikan dukungan moral bagi para janda yang kebingungan.

Pendiri Save Janda Mutiara Proehoeman mengatakan, ia mendirikan komunitas para janda ini bermula dari sosial media. "Awalnya saya membuat sebuah grup pada 24 November 2016, isinya para janda. Kemudian berlanjut hingga akhirnya saat ini membentuk sebuah komunitas perkumpulan janda yang bernama Save Janda," katanya, Minggu (29/9/2019).

Mutiara menjelaskan, dibentuknya perkumpulan janda ini bertujuan untuk meminimalir label dan stigma negatif terhadap janda di lingkungan masyarakat dengan cara yang lebih baik.

Saat ini total keseluruhan anggota Save Janda sebanyak 80 orang dari seluruh daerah. Antara lain Jakarta, Bandung, Solo, Tangerang, Yogyakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Sulawesi Tengah, hingga Taiwan.

"Anggota save janda sendiri terbagi menjadi janda, mantan janda, dan sahabat janda. Pemberdayaan perempuan SaveJanda memiliki beberapa divisi yang isinya adalah anggota dan yang selama ini aktif sebagai penggerak di komunitas," paparnya.

Mutiara menambahkan, ia harus memastikan jika komunitas tersebut harus fokus pada hal-hal positif seputar janda.

"Komunitas ini sangat berdaya karena kami melihat banyak anggota yang tumbuh jadi janda yang berdikari, berdaya dan kuat setelah bergabung dengan komunitas kami," ujarnya.

"Saya salah satu penggagas, bersama dua orang lainnya. Istilahnya bukan ketua ya karena komunitas kami struktur kewenangannya dipegang orang-orang yang berbeda. Karena saya salah satu penggagas jadi saya ada sejak pertama kali komunitas," tambahnya.

Namun kini, kata Mutiara, ia sudah menikah kembali setelah menjanda selama 14 tahun. Meski demikian, ia masih tetap aktif di komunitas perkumpulan janda.

"Saya mantan janda sekarang baru menikah November 2018. Hanya saja saya menjadi janda dari tahun 2004-2018 (14 tahun)," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini