nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pariwisata Tanjung Puting Bantu Keberlangsungan Hidup Orangutan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 30 September 2019 18:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 30 406 2111096 pariwisata-tanjung-puting-bantu-keberlangsungan-hidup-orangutan-UWHD5KhX7Z.jpg Pariwisata Orangutan (Foto: M.Sukardi / Okezone)

TAMAN Nasional Tanjung Puting menjadi destinasi unggulan Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Tempat wisata ini menawarkan pengalaman seru melihat 'feeding' orangutan di tengah hutan.

Selain itu, di Taman Nasional Tanjung Puting ini Anda bisa merasakan perjalanan menyenangkan menyusuri Sungai Sekonyer yang kealamiannya masih sangat terjaga sampai sekarang. Benar-benar wisata alam yang sulit ditemukan di luar Kalimantan. Menjadi habitat terbesar orangutan di seluruh dunia, di lokasi ini Anda memang akan dimanjakan dengan berbagai primata yang dilindungi.

Tidak hanya orangutan, di sini Anda juga akan melihat bekantan dan beberapa binatang lainnya seperti macan ranting, buaya, dan hewan liar lainnya.

 Orangutan

Diterangkan Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah, Tanjung Puting menjadi destinasi wisata yang paling diincar turis, dan kebanyakan berasal dari Eropa. Keasrian Tanjung Puting menjadi daya tarik tersendiri untuk warga asing.

"Tidak bisa dipungkiri, wisatawan yang datang ke Tanjung Puting itu sekitar 85 persen adalah turis asing, kebanyakan dari Eropa," terang Bupati Nurhidayah pada Okezone, belum lama ini di Taman Kota Manis, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Dia melanjutkan, namun sekarang ini wisata budaya sedang dikembangkan. Jadi, wisatawan baik itu lokal mau pun asing akan diajak mengenali budaya Kalimantan Tengah, khususnya Kotawaringin Barat. Ini dimaksudkan agar wisatawan lebih banyak mendapatkan pengalaman dari kabupaten tersebut. Klik halaman selanjutnya untuk informasi pariwisata memberi dampak pada kelestarian Orangutan.

Bicara mengenai pariwisata Tanjung Puting, Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting Helmi menuturkan, keberadaan wisatawan yang datang untuk melihat 'feeding' orangutan menjadi sumber kehidupan bagi pihak pengelola sekaligus orangutan itu sendiri.

Dengan adanya wisatawan yang datang ke Tanjung Pinang, ketersediaan makanan yang diberikan ke orangutan menjadi cukup. Meski, makanan tambahan ini bukan makanan utama orangutan, ya. Tetap, makanan yang dikonsumsi orangutan adalah apa pun yang ada di dalam hutan.

Orangutan

"Tapi, setidaknya makanan untuk orangutan tercukupi, dengan begitu keberlangsungan orangutan juga menjadi terjaga," ungkapnya.

Selain itu, pemasukan dari pariwisata digunakan juga untuk menjaga hutan habitat orangutan. Para pengelola Taman Nasional Tanjung Puting terus menambah jumlah tanaman yang dikembangkan di sini.

Salah satunya adalah menjaga agar tanaman di sisi sungai tetap terjaga. Hal ini penting agar meminimalisir risiko longsornya dataran di sekitar Sungai Sekonyer. Upaya ini tentu memerlukan dana dan pariwisata menjadi sumber dananya.

Jadi, dengan mempertahankan tanaman hutan yang ada, itu juga artinya menjaga ekosistem orangutan yang memang harus dijaga. Terlebih, ancaman kebarakan hutan yang sekarang ini banyak ditemukan di Kalimantan. Memperbanyak tanaman akan menjaga kehidupan orangutan.

Sementara itu, selain dana dari pariwisata, pihak pengelola orangutan Orangutan Foundation International (OFI) juga kerap mendapat suntikan dana dari pihak swasta. Hal ini juga tentu dengan upaya menjaga keberlangsungan hidup orangutan.

Orangutan

Dikatakan Presiden OFI Dr. Birute Galdikas, adanya donasi disambut baik pihaknya. Bagaimana pun, OFI bekerja dengan masyarakat sekitar Taman Nasional Tanjung Puting untuk menjaga hutan ini dan pekerja ini butuh upah. Jadi, sumbangan juga diperuntukan untuk mensejahterakan para pengelola di lokasi 'feeding' orangutan.

"Tidak hanya itu, sumbangan juga tentunya dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan orangutan dan keasrian hutan tempat mereka tinggal. Saya berterima kasih pada Sriwijaya Air Group untuk sumbangan yang diberikan dan semoga bisa dimaksimalkan untuk menjaga keberlangsungan hidup orangutan," ungkap Dr. Birute.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini