Kenali 8 Alat Kontrasepsi Modern, Pilih yang Sesuai Rencana

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 30 September 2019 00:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 30 485 2110815 kenali-8-alat-kontrasepsi-modern-pilih-yang-sesuai-rencana-cNTOKt7aZj.jpeg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Tantangan untuk membangun sebuah keluarga di zaman sekarang memang harus penuh strategi. Termasuk di dalamnya yang paling utama, adalah soal anak. Ada banyak cara mewujudkan keluarga berencana, khususnya soal anak dengan metode kontrasepsi.

Semua metode kontrasepsi yang telah tersedia, pada dasarnya aman untuk penggunanya. Dengan catatan, selama dikonsultasikan dengan petugas kesehatan profesional yang berpengalaman.

Tapi di satu sisi, kita sebagai pemakai juga harus membekali diri dengan pengetahuan soal metode kontrasepsi modern yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi diri beserta pasangan.

Nah, agar tak salah pakai, yuk ketahui dulu apa saja variasi alat kontrasepsi modern. Merangkum informasi yang didapat Okezone, dari BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), berikut uraian tentang delapan alat kontrasepsi modern.

 Pria memegang celana

1. Vasektomi (MOP)

Biasa disebut sebagai metode operasi pria. Ini adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan cara mengoklusi vasa deferensia agar alur transportasi sperma bisa terhambat, dan cairan air mani yang keluar saat ejakulasi tidak lagi mengandung sel sperma. Sehingga proses penyatuan dengan sel telur tidak terjadi. Ada dua cara untuk vasektomi, bisa dengan insisi (pisau) atau VTP (vasektomi tanpa pisau).

2. Tubektomi (MOW)

Nah kalau yang ini adalah metode operasi wanita, metode kontrasepsi untuk wanita yang tidak ingin hamil lagi. Caranya dengan mengoklusi tuba falopii (mengikat dan memotong atau memasang cincin).

Jadi sperma tidak dapat bertemu dengan sel telur. Tenang, cara satu ini tidak mempengaruhi proses menyusui, atau mengubah dalam fungsi seksual, bahkan metode tubektomi ini juga disebutkan dapat mengurangi risiko kanker serviks.

3. Implan

Alat kontrasepsi bawah kulit yang mengandung progestin yang dibungkus dalam kapsul silastik silikon polidemetri. Cara kerjanya dengan menebalkan lendir leher rahim sehingga tidak dapat dilewati sperma. Jika memilih implan, tak perlu khawatir soal tingkat kesuburan sebab pengembalian tingkat kesuburan setelah pencabutan relatif cepat. Tidak memberikan pengaruh juga pada hubungan seksual dan produksi ASI.

 

4. Alat kontrasepsi dalam Rahim (AKDR)

Alat kontrasepsi yang dipasang dalam rahim, dibuat dari bahan plastik polietilena, ada yang dililit oleh tembaga ada yang juga yang tidak dililit tembaga. Metode satu ini meningkatkan kenyamanan seksual dan tidak memengaruhi kualitas dan volume ASI.

 Perempuan memegang jarum suntik

5. Suntikan

Metode ini diindikasikan untuk wanita usia subur yang ingin alat kontrasepsi dengan tingkat efektivitas tinggi, dan dalam jangka waktu pendek. Cara kerja suntikan, mengentalkan lendir leher rahim sehingga dapat mencegah pertemuan sperma dan sel telur, sekaligus mencegah pelepasan sel telur dari indungnya. Kategorinya ada suntikan progestin dan suntikan kombinasi.

 Pil

6. Pil

Sangat efektif jika diminum setiap hari dengan waktu (jam ) yang sama. Cara kerjanya sama dengan suntikan, begitu pula jenisnya. Kontrasepsi modern dengan meminum pil, tingkat kesuburan akan cepat kembali setelah konsumsi dihentikan.

7. Kondom

Selubung atau sarung berbentuk silinder yang tipis terbuat dari lateks atau karet, dipasang di penis saat berhubungan seksual. Fungsinya untuk menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur, karena sperma ditampung di ujung selubung karet sehingga sperma tidak tercurah ke saluran reproduksi perempuan.

 Alat kontrasepsi

8. Amenore laktasi

 

Efektivitasnya tinggi jika sang ibu memenuhi kriteria seperti, tidak dalam keadaan menstruasi, menyusui ASI pada bayi selama enam bulan penuh dan sering disusui siang dan malam, dan syarat ketiga adalah bayi berusia kurang dari enam bulan. Menyusui bisa menekan proses ovulasi (pematangan sel telur), terjadi karena proklatin yaitu hormon yang merangsang.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini