Bentuk Latihan Tepat untuk Para Pelari, Jangan Sampai Salah!

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 01 481 2111403 bentuk-latihan-tepat-untuk-para-pelari-jangan-sampai-salah-YVps6bJtRU.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Belakangan lari tengah menjadi olahraga yang populer. Hal ini dapat dilihat dari tingginya antusias masyarakat bergabung komunitas lari atau mengikuti marathon. Dalam sejumlah acara lari marathon saja jumlah pesertanya cukup banyak, berapa pun jarak yang ditempuh.

Tak sedikit mereka yang masih pemula di dunia lari sudah memiliki keinginan untuk ikut marathon. Beberapa ada yang memiliki motivasi untuk membuktikan diri akan kemampuannya. Namun mengikuti lari marathon tak bisa asal. Butuh persiapan yang sangat kuat, baik dari segi fisik maupun segi mental.

 Orang lari

"Semua orang memang bisa berlari, tapi untuk mengikuti event lari marathon sangat diperlukan persiapannya. Enggak sekadar ikut," ujar dr Maria Dwi Sunardi saat ditemui Okezone dalam jumpa pers Jelajah Timur - Run for Equality, Senin, 30 September 2019.

Sekadar informasi, Jelajah Timur - Run For Equality adalah kegiatan amal yang diadakan oleh Yayasan Plan Internasional Indonesia dalam bentuk lari ultra marathon. Para peserta lari ultra marathon ini akan menempuh jarak sejauh 57 km dengan kondisi medan yang sulit dan cuaca ekstrem. Oleh karenanya persiapan yang dilakukan tidak bisa main-main.

 Perempuan lari

"Untuk berlari mengikuti event seperti ini di mana medan sulit dan cuaca ekstrem, kesiapan dan pengalaman sangat penting. Peserta butuh latihan konsentrasi, tenaga, dan fokus. Mereka harus sudah berlatih lari 3-4 bulan sebelumnya dan minimal sudah melewati 80% jarak yang ingin ditempuh 4 minggu terakhir," jelas dr Dwi.

Menurutnya, persiapan yang sangat dibutuhkan oleh peserta lari marathon adalah kekuatan otot dan asupan nutrisi. Capaian jarak dalam latihan setiap hari tidak bisa dijadikan tolak ukur. Sebab bisa jadi kondisi di tempat berlangsungnya acara berbeda dengan medan berlatih sehari-hari.

"Oleh karenanya yang dibutuhkan adalah latihan endurance yang melatih kekuatan otot. Manfaatnya untuk meningkatkan kecepatan tubuh saat berlari, itu tidak mudah. Tubuh perlu beradaptasi cukup lama," papar dr Dwi.

Untuk melatih kekuatan otot, maka pelari perlu berlatih menggunakan beban tubuh. Mereka bisa mencoba latihan kalistenik, fit lunges, squat, dan dynamic stretching. Latihan-latihan itu membantu tubuh berkenalan dengan kegiatan lari marathon yang akan diikuti.

 Orang lari

"Mengikuti lari marathon itu teknik latihan larinya harus benar, selalu kuat di setiap komponen. Bentuk latihannya bisa warm up, kemudian dynamic stretching dan lunges, kemudian dilanjutkan dengan latihan lari indoor maupun outdor. Setelah itu ditutup dengan cooling down, bisa melakukan static stretching," terang dr Dwi.

Dokter yang berpraktek di Indonesia Sport Medical Center itu menekankan, kekuatan dan keseimbangan otot dalam berlari marathon sangat penting.

Oleh karenanya diperlukan latihan yang seimbang untuk setiap bagian tubuh. Mulai dari upper body, lower body, hingga core. Bentuk latihan lain yang bisa dilakukan adalah lari sambil melakukan burpees.

"Kesalahan yang sering dilakukan itu hanya melatih satu sisi, upper atau lower body saja lalu core tidak, begitu juga sebaliknya. Padahal keseimbangan otot itu penting. Jangan lupa juga nutrisi harus seimbang," pungkas dr Dwi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini