nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lari Marathon sambil Berdonasi untuk Akses Air Bersih

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 01 Oktober 2019 14:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 01 481 2111412 lari-marathon-sambil-berdonasi-untuk-akses-air-bersih-kZoBX5yByw.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Sekarang ini lari menjadi olahraga yang banyak diminati oleh masyarakat. Terbukti hampir setiap acara lari marathon ramai oleh peserta yang ikut. Entah itu tujuannya untuk sekadar membuktikan kemampuan diri, menginginkan hadiah tertentu, atau acara amal.

Ya, memang banyak acara lari marathon yang ditujukan untuk kegiatan amal. Salah satunya adalah Jelajah Timur – Run for Equality yang akan berlangsung pada 19 Oktober mendatang.

 Orang lari

Kegiatan amal ini diadakan oleh Yayasan Plan International Indonesia yang rencananya diikuti sekira 50 pelari dan publik dengan jarak tempuh 57 km. Para peserta yang mengikuti kegiatan amal ini akan berlari melintasi Kabupaten Ende – Nagekeo di Nusa Tenggara Timur.

Ada pun tujuan dari kegiatan amal ini adalah menyediakan akses air bersih bagi dua desa yang terdiri dari 10 dusun. Di desa tersebut, akses untuk mendapatkan air bersih masyarakat harus menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit-2 jam.

Namun yang perlu menjadi perhatian, tugas untuk memenuhi kebutuhan air bersih itu dibebankan kepada anak perempuan.

"Faktor budaya menyebabkan anak perempuan di Nusa Tenggara Timur memikul beban tanggung jawab untuk menyediakan air rumah tangga. Mereka mengambil air bersih pada pagi dan sore hari sehingga menyita waktu belajar dan menghilangkan hak bermain. Belum lagi mereka menghadapi risiko tinggi akibat minimnya perlindungan ke lokasi sumber air bersih," ujar Linda Sukandar selaku Direktur Fundraising Plan Indonesia saat ditemui Okezone dalam jumpa pers, Senin, 30 September 2019.

 Orang lari

Dengan disediakannya akses air bersih melalui kegiatan amal lari ultra marathon, Linda berharap anak-anak perempuan itu bisa kembali mendapatkan haknya untuk belajar dan bermain. Mereka tidak perlu lagi kelelahan saat sekolah, sanitasi dan kebersihan menjadi lebih terjaga, serta risiko kekerasan yang mungkin terjadi dalam perjalanan mengambil air dapat dihindari.

Selain itu, kegiatan amal ini juga berupaya mendorong kesetaraan gender karena mengambil air bersih bukan hanya bisa dilakukan oleh anak perempuan, tapi juga anak laki-laki.

Nantinya para pelari yang mengikuti kegiatan amal itu akan menyusuri perbukitan, pantai, dan area pemukiman warga lokal. Selama berlari, mereka dapat melihat pemandangan eksotis kawasan Indonesia timur Indonesia. Para pelari juga diberi kesempatan untuk melihat langsung lokasi desa yang hendak disediakan akses air bersih.

"Banyak pelari yang tertarik mengikuti acara ini karena mau langkahnya lebih berarti. Mereka ikut mengumpulkan donasi publik dengan metode crowdfunding. Kami berharap bisa terkumpul donasi hingga Rp300 juta untuk penyediaan akses air bersih," pungkas Linda.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini