nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Obesitas Kian Jadi Ancaman Serius Indonesia, Penyakit Mematikan Mengintai

Selasa 01 Oktober 2019 14:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 01 481 2111484 obesitas-kian-jadi-ancaman-serius-indonesia-penyakit-mematikan-mengintai-9bNdavfmJ6.jpg Ilustrasi anak obesitas (Foto : Boldsky)

Makanan siap saji semakin menjamur saat ini. Namun, kehadiran makanan siap saji di Indonesia ternyata membawa dampak buruk. 10 tahun terakhir ini obesitas pada anak sekolah naik.

Di tahun 2007 angkanya 9,2 persen menjadi 18,8 persen pada 2013. Untuk orang dewasa obesitas naik dari 10,5 persen (2007) menjadi 21,8 persen (2018).

"Tentu hal ini cukup mengkhawatirkan. Sebab dalam lima tahun naiknya drastis," ujar Rektor Universitas Alma Ata (UAA) Yogyakarta Prof Dr H Hamam Hadi MS ScD SpGK di kampus setempat, dikutip Okezone dari Krjogja.comĀ 

nimbang yuk

Dikatakan Prof Hamam Hadi, saat ini obesitas pada anak menjadi ancaman serius karena anak obes cenderung tetap obes saat dewasa. Di situ, orang yang obesitas berisiko tinggi menderita Penyakit-penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, hipertensi, penyakit jantung dan diabetes mellitus pada umur relatif dini.

Menurutnya, obesitas pada anak meningkat seiring perubahan gaya hidup dan pola makan. Dalam dua dekade terakhir masyarakat Indonesia termasuk anak-anak berubah gaya hidupnya dengan cenderung hidup yang kurang aktivitas fisik. Tentu semua disebabkan banyak hal seperti maraknya informasi dan pertumbuhan teknologi transportasi yang berkembang begitu cepat.

obes anak

Hasil penelitian para peneliti dari Alma Ata Center for Healthy Life and Food (ACHEAF) bekerja sama dengan para peneliti dari beberapa universitas di kawasan Asia-Pacifik, ditemukan anak-anak usia sekolah Indonesia terpapar iklan makanan tidak sehat 3 sampai 7 kali lebih sering dibanding anak-anak seusianya di negara Asia-Pasifik.

"Persisnya anak-anak Indonesia terpapar lebih sering iklan junk food 3 kali lebih sering dibanding anak seusianya di Kuala Lumpur, 3 kali lebih sering dibanding anak seusianya di Shanghai, 5-7 kali lebih sering dibanding anak seusianya di China, Korea dan sebagainya," jelas Prof Hamam.

remaja obes

Seorang peneliti dari Johns Hopkins University, Prof Joel Gittelsohn MS PhD mengatakan, untuk mencegah meningkatnya prevalensi obesitas dan penyakit-penyakit terkait, diperlukan peningkatan aktivitas masyarakat yakni membangun budaya masyarakat yang lebih aktif. Bisa pula dengan meningkatkan konsumsi buah dan sayuran.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini