nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Obat 2 Penyakit Kronis Ini Sedot Biaya Terbanyak di BPJS Kesehatan

Selasa 01 Oktober 2019 16:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 01 481 2111518 obat-2-penyakit-kronis-ini-sedot-biaya-terbanyak-di-bpjs-kesehatan-kSkMiPn7YF.jpg Ilustrasi obat (Foto : Medicalnewstoday)

Obat penyakit apa yang paling menyedot biaya terbanyak di BPJS Kesehatan? Jika Anda berpikir kanker, maka jawabannya salah.

Obat anti-hipertensi dan diabetes melitus memakan biaya paling banyak di BPJS Kesehatan. Sebab, kebanyakan peserta BPJS Kesehatan menderita kedua penyakit tersebut.

Dari 230 juta peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), 11 juta di antaranya merupakan penderita hipertensi. Sekira sembilan juta orang menderita diabetes melitus. Dan sekitar 20 juta orang mengalami penyakit yang berisiko seperti jantung, strok, dan ginjal.

minum obat dulu

"Obat anti-hipertensi dan diabetes melitus paling banyak meyerap biaya obat BPJS Kesehatan. hal itu terjadi karena penderitanya banyak dan pengobatannya juga jangka panjang," terang Nurifansyah, Asisten Deputi Bidang Pembiayaan Manfaat Kesehatan Primer, BPJS Kesehatan, dikutip Okezone dari Solopos.com.

Penyakit kronis yang tidak menular itu disebabkan perubahan gaya hidup. Peningkatan penderita penyakit itu membuat kebutuhan obat meningkat. Padahal, pemenuhan bagi peserta JKN merupakan kebutuhan mendasar.

obat serius

"Obat menjadi salah satu kebutuhan pelayanan kesehatan yang mengambil bagian besar dalam pelayanan JKN. Sekitar 30-40 persen peserta pasti pulang membawa obat," sambung Nurifansyah.

Jika peserta JKN mengalami komplikasi, maka biaya yang dibutuhkan untuk pengobatan dipastikan membludak. Padahal, saat ini total pembiayaan untuk penyakit katastropik (penyakit dengan biaya pengobatan tinggi serta kemungkinan komplikasi besar) mencapai 30 persen.

obat tumpah

BPJS Kesehatan menanggung biaya obat-obatan tersebut dengan pembagian 60 persen generik dan 40 persen paten.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini