nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Model Rambut Mangkuk Dianggap Simbol Kebencian, Ini Alasannya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 02 Oktober 2019 08:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 02 194 2111801 model-rambut-mangkuk-dianggap-simbol-kebencian-ini-alasannya-d24M6BxLTq.jpg Charlize Theron dengan model rambut mangkuk (Foto: Marieclaire)

Belum lama ini gaya rambut berbentuk mangkuk dianggap menjadi simbol kebencian. Meski demikian Anda tak perlu khawatir, pasalnya simbol kebencian tersebut hanya berlaku di tempat yang sangat spesifik dan hanya dimengerti oleh orang-orang tertentu.

Potongan rambut mangkuk itu dianggap oleh kelompok hak-hak sipil Yahudi sebagai simbol kebencian milik supremasi kulit putih dan ekstremis sayap kanan. Sebanyak 36 simbol, baru-baru ini ditambahkan ke dalam database online termasuk gerakan tangan “Ok” dan antropomorfik yang menggunakan kacamata hitam.

Meski demikian masih ada perdebatan untuk memasukkan isyarat tangan “Ok” sebagai simbol kebencian. Pasalnya “Ok” telah memiliki makna “Ya” sudah sejak lama.

 Rambut model mangkok

“Pada titik ini, ada cukup volume penggunaan untuk tujuan kebencian yang kami rasa penting untuk ditambahkan,” tutur salah satu anggota kelompok tersebut, sebagaimana dilansir VT, Rabu (2/10/2019).

Sementara perihal potongan rambut mangkuk yang mengisyaratkan kebencian, memang pantas dimasukkan ke dalam database. Hal ini mengingatkan kita semua akan tindakan yang dilakukan oleh Dylann Roof pada 2015 silam.

Seperti diketahui, pemuda ini adalah supremasi kulit putih sekaligus seorang pembunuh massal yang bertanggung jawab atas penembakkan di Gereja Charleston pada 17 Juni 2015 di California. Aksinya tersebut telah merenggut sembilan nyawa manusia dan melukai banyak orang di sekitarnya.

Pangkalan data yang berbasis di New York tersebut dibuat pada 19 tahun lalu dalam upaya membantu penegakan hukum dengan mengenali tanda-tanda ekstrimis. Hal ini pun diperkuat dengan pernyataan CEO Anti-Defamation League, Jonathan Greenblatt.

“Bahkan ketika para ekstremis terus menggunakan simbol yang mungkin berusia bertahun-tahun atau puluhan tahun. Mereka secara teratur membuat simbol, meme dan slogan baru untuk mengekspresikan perasaan benci mereka,” terang Greenblatt.

Simbol “OK” masuk ke database karena digunakan sebagai bagian dari kampanye 4chain trolling yang bertujuan untuk menipu orang agar percaya bahwa jari-jari yang membentuk “W” dan “P” berarti kekuatan putih.

Lebih mengejutkannya lagi, simbol tersebut telah digunakan oleh Brenton Tarrant yang merupakan seorang pria asal Australia yang dituduh membunuh 51 orang di masjid-masjid di Christchurch, Selandia Baru pada Maret 2019 lalu.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini