nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Karya Baru Sebastian Gunawan Terinspirasi Lampu Taman hingga Air Mancur Era 90-an

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 02 Oktober 2019 09:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 02 194 2111817 karya-baru-sebastian-gunawan-terinspirasi-lampu-taman-hingga-air-mancur-era-90-an-Fxn4Qr1nA1.jpg Karya Sebastian Gunawan. (Foto: Okezone)

MENYAPA mata pertama kali, koleksi Sebastian Gunawan itu berwarna neon dengan sentuhan geometris nan feminin. Lalu berlanjut ke koleksi dengan statement di bagian dada yang cukup besar, bikin mata tak ingin lepas pandangan. Warnanya sama, neon.

Permainan warna yang terbilang berani ditunjukan Desainer Sebastian Gunawan di koleksi bertajuk 'Incantesimo'. Napas baru, meski dengan DNA yang sama dari tangan sang desainer. Permainan structure dress menjadi daya tarik koleksi kali ini.

Jika diperhatikan, dari ke-85 koleksi teranyar, Sebastian Gunawan ingin mengesankan statemental sekaligus dramatis. Bagaimana tidak, lampu, air mancur, hingga mozaik klasik dia tumpahkan semua dalam bentuk koleksi dress couture cantik.

Sebastian bersama istri, Cristina Panarese, menghasilkan koleksi geometris art-deco nan indah.

Di koleksi kali ini, napas Sebastian Gunawan hidup di era 1900 hingga 1930an. Sosok ilustrator yang jadi ide awal pembuatan koleksi ini ialah Leon Baskt. Dari sosok ini, Sebastian bersama istri, Cristina Panarese, menghasilkan koleksi geometris art-deco nan indah.

"Kami sengaja mau menunjukan bagaimana indahnya arsitektur dan bangunan di era 1900 hingga 1930an. Makanya, di beberapa koleksi, penggambaran akan hal itu dapat terlihat sangat jelas," terang Cristina Panarese pada Okezone seusai fashion show yang dihelat di Grand Ballroom Hotel Mulia Jakarta.

banyak pencampuran dari berbagai negara dan itu yang membuat koleksi ini menjadi lebih sempurna.

Struktur yang sangat jelas terlihat ialah bentuk air mancur, lampu hias, hingga penggambaran bangunan dengan mozaik khas era 1900 hingga 1930an. Warna yang dipakai pun terbilang bold karena di era itu, banyak pencampuran dari berbagai negara dan itu yang membuat koleksi ini menjadi lebih sempurna.

Ingin membawa kesan 'structure dress' dengan aksen geometris membuat beberapa koleksi 'Incantesimo' terlihat dipaksakan. Seperti di koleksi dress panjang dengan bagian tangan digantikan dengan permainan lace dan tulle yang dibuat structural. Koleksi lain bahkan menyampurkan dua hal menjadi satu dan terlihat 'too much'. Dress dan outer puffy rasanya kurang pas.

Meski begitu, koleksi struktural yang dicipta secara nyata memberi kejutan menyenangkan. Seperti permainan skirt structure yang membentuk sempurna setengah lingkaran menyerupai lampu klasik. Begitu juga dengan koleksi 'wedding dress'-nya yang serba putih.

Material tulle dan lace menjadi nyawa utama di koleksi pernikahan ini. Sekali lagi, Sebastian Gunawan membuktikan kemahirannya dalam mengolah ide dan bahan. Dia mencipta kesan dramatis pada ketiga koleksi wedding-nya.

Sekali lagi, Sebastian Gunawan membuktikan kemahirannya dalam mengolah ide dan bahan.

Indah? Jangan ditanya, meski bisa dikatakan cukup unik karena structure-style terlihat jelas di baju pengantin. Anti mainstream!

"Kami ingin merefleksi ulang era 1900 hingga 1930an yang sangat indah itu ke dalam koleksi 'Incantesimo' ini. Makanya, banyak material yang digunakan sebagai penyempurna koleksi," tutur Cristina.

Dia menambahkan, koleksi ini diselesaikan pada 6 bulan durasi kerja. Bukan waktu yang sebentar, terlebih semua pakaian yang dicipta adalah couture, yang mana semuanya dikerjakan secara handmade. Koleksi ini bercerita dengan sendirinya.

Dia menambahkan, koleksi ini diselesaikan pada 6 bulan durasi kerja.

Menariknya, karena upaya Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese mengembangkan budaya Italia, Kedutaan Besar Italia bahkan memberikan penghargaan sekaligus pelakat. Ini diberikan karena upaya Sebastian Gunawan dalam mengapresiasi kebudayaan Italia dalam bentuk koleksi busana. Keren!

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini