nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anies : Setiap Batik Seakan Memiliki Nyawa

Rabu 02 Oktober 2019 12:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 02 194 2111906 anies-setiap-batik-seakan-memiliki-nyawa-jF48oCo5xM.jpg Kepala Seksi Promosi Dalam Negeri Disparbud DKI Jakarta Indra Alam Firmansyah (kanan) saat berfashion show. Foto : Okezone

Setiap kain batik seakan memiliki nyawa. Ini karena batik saat dibuat melalui berbagai proses yang membutuhkan permenungan, keheningan, dan konsentrasi tinggi. Tak heran, batik menjadi simbol dan estetika yang tinggi masyarakat Indonesia.

Awalnya tidak semua orang bisa menggunakan baju/ kain batik. Hanya para raja dan kerabatnya saja yang boleh mengenakan kain ini. Bahkan batik dibuat dengan corak yang juga tidak bisa digunakan di sembarang momen. Ada juga jenis corak batik yang hanya boleh dipakai oleh raja. 

“Karena itu, ada banyak makna batik di awal-awal pembuatannya,”ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam sambutan yang disampaikan Kepala Seksi Promosi Dalam Negeri, Disparbud DKI Jakarta Indra Alam Firmansyah saat membuka Festival Batik Nusantara di Cibis Park, Rabu (2/10/2019), Jakarta.

Anies menyebutkan, berkembangnya zaman memengaruhi penggunaan batik. Sekaran ini, batik tak hanya ada di Jawa tetapi di seluruh Nusantara. Batik menjadi wujud kearifan lokal di setiap daerah. “Karena itu, kita perlu jaga agar tidak lepas dari budaya asli kita,”ujarnya.

Festival Batik Nusantara

Anies juga mengingatkan, tanggal 2 Oktober merupakan hari batik nasional karena pada 9 Januari 2009, pengajuan batik untuk Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi diterima secara resmi oleh UNESCO, lalu dikukuhkan pada 2 Oktober 2009.

Namun demikian, tak hanya pada 2 Oktober kita menggunakan batik. Setiap jumat di kebanykan kantor juga mewajibkan karyawannya untuk mengenakan baju batik. Demikian juga para pegawai Pemprov DKI menggunakan batik di hari Jumat.

Bahkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menetapkan batik sebagai pakaian resmi di setiap hari Jumat. Bahkan di hari-hari lain kita semua juga menggunakan batik, terutama di hajatan atau peristiwa penting.

Pemprov juga memiliki Museum Batik yang bisa dikunjungi dan dimanfaatkan untuk menggali sejarah dan pengetahuan tentang Batik Nusantara. “Semoga kegiatan ini menjadi event tahunan dan memiliki dampak bisnis yang bagus untuk meningkatkan perekonomian kita,”ujar Anies.

Festival Batik yang bakal berlangsung dari 2-4 Oktober ini dimeriahkan dengan fashion show yang diperagakan oleh para pegawai di sekitar gedung CIBIS Park. Setidaknya ratusan peserta memeriahkan acara ini.

Anda yang tinggal di Jakarta, nggak perlu jauh-jauh ke Yogya atau Solo untuk melihat-lihat koleksi batik nusantara. Kita bisa berkunjung ke Museum Tekstil di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Di sebuah gedung seluas 16.410 meter persegi yang dibangun pada abad 19, dekat Pasar Tanah Abang, museum ini dibuka pada 1976. Meski agak sulit dicari karena lokasinya sedikit tersembunyi, namun sesampainya di sana, kita bisa melihat koleksi batik yang cukup lengkap.

Sesuai namanya, Museum Tekstil memiliki koleksi berbagai produk tekstil. Jumlahnya mencapai 1.966 produk, terdiri dari 697 kain batik, 783 kain tenun, 101 busana dan tekstil kontemporer, 324 koleksi campuran, dan 62 peralatan pembuatan tekstil.

Koleksi batiknya juga bermacam-macam, ada batik khas Yogyakarta, Pekalongan, Solo, Cirebon, Madura, Riau, hingga Palembang. Mulai dari batik tradisional sampai kontemporer, semua ada di Museum Tekstil.

Di bagian belakang museum juga ada Paviliun Batik untuk memfasilitasi mereka yang ingin belajar membuat batik. Hanya membayar Rp 40 ribu per orang, kita akan memperoleh sehelai kain dan satu set alat membatik. Batik hasil kreasi sendiri bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Masih kurang puas? Museum ini juga memiliki perpustakaan yang menyimpan buku-buku seputar tekstil, plus toko suvenir yang menjual berbagai barang unik.

Silakan kunjungi museum ini di Jl. Aipda KS Tubun No. 2-4, Jakarta Pusat, buka setiap Selasa – Minggu, 9.00 – 15.00 WIB. Tiket Masuk: Dewasa Rp 5 ribu, mahasiswa Rp 3 ribu, pelajar Rp 2 ribu. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini