nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Batik, Kenali Marunda si Betawi yang Bermotif Ikon Jakarta

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 02 Oktober 2019 20:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 02 194 2112109 hari-batik-kenali-marunda-si-betawi-yang-bermotif-ikon-jakarta-ZcJ1GBw0sk.jpg Batik. (Foto: Okezone)

MENJADI pendatang baru di dunia batik Indonesia, Batik Marunda perlahan-lahan memberanikan diri perkenalkan citranya di kalangan milenial. Namun, keinginannya tersebut masih menjadi suatu tantangan tersendiri bagi para perajin batiknya.

Dari kawasan rumah susun utara Jakarta, banyak ibu-ibu yang kreatif menjadi perajin batik. Khususnya yang tinggal di Rumah Susun Marunda dan Rumah Susun Rawa Bebek.

"Batik Marunda ini baru 6 tahun ada, awalnya memberi keterampilan pada ibu-ibu di rumah susun. Karena baru enggak mungkin bersaing dengan batik yang sudah ratusan tahun, maka kita tegaskan lewat motifnya," ucap Pembina Batik Marunda Irma Gamal Sinurat di sela acara Interior and Craft (ICRA) 2019.

Kalau biasanya Anda mengenal batik khas Jakarta dengan motif ondel-ondel atau Tugu Monas, perajin Batik Marunda menawarkan ciri khas berbeda. Kalau dilihat motifnya lebih simpel dan kekinian.

Seperti burung kipasan belang, melati gambir, bulus dan teratai, museum Jakarta dan ikonik Jakarta yang lainnya.

Batik Marunda motifnya mengusung tema flora dan fauna khas Jakarta. Seperti burung kipasan belang, melati gambir, bulus dan teratai, museum Jakarta dan ikonik Jakarta yang lainnya.

Dari kain batik dasar yang cantik, beberapa desainer pun terlibat menyulapnya menjadi pakaian ready to wear. Misalnya diubah menjadi dress formal, kemeja untuk laki-laki, serta beberapa koleksi lainnya.

Menurut Irma, Batik Marunda ini dinilai kalem dan cocok untuk milenial. Sayangnya, karena harga jualnya tak murah, kaum muda enggan membeli batiknya atau bahkan memakainya.

"Sekarang masih branding ke ibu-ibu, tapi kita coba sasar anak muda. Saya kesulitan menyesuaikan harga, belum bisa satu baju Rp400 ribuan yang pas di kantung milenial. Selama ini kita jualnya kisaran Rp1 juta ke atas," ungkap Irma.

Irma pun mengusahakan bagaimana Batik Marunda ini masuk ke pasar milenial dengan berbagai cara.

Irma pun mengusahakan bagaimana Batik Marunda ini masuk ke pasar milenial dengan berbagai cara. Yang sudah dilakukan yakni kerja sama dengan beberapa situs belanja online.

Direktur Utama Smesco Indonesia Emilia Suhaimi menilai, batik khas Betawi ini menjadi satu karya yang cantik luar biasa dan cocok dipakai oleh kaum milenial. "Batik Betawi yang dibuat di rumah susun itu sesuatu banget. Mereka bisa menghasilkan karya yang luar bisa, itu pasti terpakai," ucap Emilia.

Padahal batik khas Betawi ini tergolong pemula dibandingkan perajin batik khas Jawa. Namun mereka berani mengangkat motif batik yang berbeda, khususnya terinspirasi dari ikonik Jakarta.

"Batik ini dulu masih pemula bentuknya sederhana tapi mahal. Tapi ketika disentuh desainer, hasilnya langsung menarik ada identitasnya," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini