nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Merawat Batik Tulis biar Tidak Cepat Lusuh dan Rusak

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 02 Oktober 2019 20:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 02 194 2112118 cara-merawat-batik-tulis-biar-tidak-cepat-lusuh-dan-rusak-xyKpBuu1eU.jpg Cara merawat batik (Foto: Shutterstock)

BATIK kini tidak lagi dipandang sebagai busana yang kuno atau hanya dipakai saat acara formal. Semakin banyak masyarakat yang mengenakan batik dalam aktivitas sehari-hari. Perkembangan motif dan desain batik yang lebih modern menjadi salah satu faktor pemicunya.

Namun sebelum mengenakan batik, ada baiknya masyarakat mengetahui jenis-jenisnya terlebih dahulu. Jenis batik bisa dibedakan berdasarkan teknik pembuatannya. Ada batik tulis, batik cap, dan batik sablon atau printing. Kali ini Okezone akan membahas mengenai batik tulis.

Batik

Batik tulis merupakan jenis batik dengan kualitas terbaik. Keunggulan batik ini adalah penggunaan pewarna alami seperti kulit manggis, kulit kayu teger, daun teh, dan kunyit. Proses pewarnaan kain batik tulis dilakukan secara tradisional. Para pembatik akan langsung melukis di atas kain putih dan mewarnainya menggunakan canting berisi lilin.

Proses pembuatan batik tulis memakan waktu cukup lama karena hanya mengandalkan kekuatan tangan. Hal inilah yang kemudian bisa membuat harga batik tulis sangat mahal. Kisarannya bisa di atas Rp500 ribu hingga mencapai jutaan rupiah.

Selain karena proses pembuatan tradisional, ada faktor lain yang membuat batik tulis memiliki daya jual tinggi yaitu antara satu kain dengan kain lainnya bisa memiliki motif berbeda.

Para pencinta batik yang sangat menghargai karya seni hasil buatan tangan tentu senang berburu batik tulis. Namun sebelum membeli , ada baiknya memerhatikan keaslian batik tersebut. Terlebih harganya tidaklah murah. Pada batik tulis yang asli, di bagian belakang kain terdapat bekas lilin yang menembus. Apabila sudah yakin batik tulis tersebut asli, maka bisa langsung dibeli.

 batik

Namun prosesnya tidak berhenti sampai di situ saja. Seusai membeli batik tulis, cara menyimpannya juga harus benar. Sebab bila tidak, kain batik bisa rusak oleh serangga.

“Batik tulis itu terbuat dari material alami, kainnya katun asli dan pewarnanya alami. Sebenarnya itu adalah makanan ngengat. Supaya batik tulis awet, tidak dimakan ngengat, maka harus dihalau dengan wangi-wangian,” ujar penggiat budaya sekaligus desainer batik, Iwet Ramadhan saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Rabu (2/10/2019) di Jakarta.

 Batik

Iwet menjelaskan, penyimpanan batik tulis di lemari harus disertai dengan merica atau butiran wewangian lainnya. Sebar butiran tersebut di atas kain batik agar memberikan aroma wangi yang mencegah ngengat mendekat. Tak hanya soal penyimpanan, untuk membuat batik tulis awet, teknik pencuciannya juga harus benar.

“Mencucinya jangan pakai mesin, harus pakai tangan. Sabun mencucinya harus sabun merang, kalau enggak ada sabun bayi masih oke. Selain itu, menjemurnya juga tidak boleh di bawah sinar matahari langsung, pilih tempat teduh agar batik tulis awet,” pungkas Iwet.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini