nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaya Desain Interior Kekinian, dari Motif Batik hingga Kombinasi Etnik

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 02 Oktober 2019 23:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 02 196 2112162 gaya-desain-interior-kekinian-dari-motif-batik-hingga-kombinasi-etnik-hYXY963Dic.jpeg Desain batik untuk interior (Foto: Dewi Kania/Okezone)

DI era sekarang, hasil karya berupa batik tidak sekedar menjadi baju ready to wear saja. Namun juga dapat dimanfaatkan menjadi sebuah desain interior yang terkesan berkelas.

Banyak sekali contoh sebuah ruangan yang memanfaatkan ciri khas batik dengan sentuhan budaya etnik. Misalnya saja di beberapa restoran hingga rumah yang mengusung desain kekinian.

Batik bisa dimanfaatkan untuk aksesori yang mengisi rumah. Seperti sofa, bedsheet di ruang kamar, tirai dan beberapa benda pajangan rumah. Pegiat Industri Kreatif Budi Pradono mengatakan, anak muda zaman sekarang suka sekali mengawinkan desain interior etnik dengan luar negeri. Banyak peminatnya, terutama di kalangan keluarga milenial.

Desain interior

"Saya sering menemukan orang ingin desain rumahnya yang sempit, simpel dengan nuansa interior berbeda-beda. Dikawinkan yang etnik seperti motif batik dengan Jepang atau Skandinavian. Biasanya barang-barangnya harus banyak fungsinya agar hemat tempat," ujar Budi Pradono pada Seminar Kriya Indonesia Dalam Era Ekonomi Digital.

Diakui Co Founder ARS Jonathan Aditya, di era revolusi 4.0 segala-galanya sudah mengandalkan teknologi. Termasuk saat Anda mencari ide desain interior kekinian.

Buat kalangan milenial, pasti akan mudah mendapatkan inpirasi desain interior dari media sosial. Namun untuk pengaplikasiannya tidaklah mudah ditiru.

Butuh desainer yang sudah jago, serta paham dengan kebutuhan seseorang. Terlebih untuk sekarang ini banyak perkawinan desain interior dari etnik dengan sentuhan Skandinavian style atau Japanese style.

Desain interior etnik

Para desainer muda harus menjemput bola dalam memanfaatkan teknologi ini. Selain orang tahu desain dari dunia maya, biasanya juga mudah melihat langsung dalam sebuah ruang pamer.

"Kami pikirkan bagaimana sekarang setiap produk atau desain lebih mudah dipasarkan. Kami harus mulai ini karena desainer muda enggak ketinggalan," ucap Jonathan.

Sayangnya, dalam memainkan teknologi, dia merasa ada jarak dengan desainer yang lebih tua. Namun, Jonathan berharap esensinya masuk ke dalam pemikiran semua kalangan.

"Memang sekarang yang kita rasakan ada gap dengan generasi yang sebelumnya. Makanya ini PR buat kami agar esensinya sama dan para senior yang gagap teknologi jadi lebih mudah mengakses," ucap Jonathan.

Padahal, menurutnya, peran teknologi di dunia desain ini bisa menjadi visualisasi tersendiri. Walaupun di internet bisa diakses secara luas, bukan berarti Anda bisa melihat secara langsung karya desain tersebut.

Misalnya saja di area pameran Interior and Craft 2019 yang dihelat di JCC Senayan. Banyak ruang pamer yang menunjukkan hasil karya etnik. Aneka jenis kerajinan tangan di sini bahkan bisa menjadi hiasan rumah bagi yang suka dengan sentuhan etnik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini