Cerita Rara Ditempeli Arwah Neneknya Usai Koma di Rumah Sakit

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 03 612 2112484 cerita-rara-ditempeli-arwah-neneknya-usai-koma-di-rumah-sakit-n6pqcHcynk.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Banyak yang bilang ketika seseorang mengalami koma, jika berhasil bangun maka dia bisa merasakan keberadaan arwah. Kondisi ini terjadi karena tubuhnya sempat berada di persimpangan alam.

Hal itu yang dialami Rara (bukan nama sebenarnya). Saat SMP, dirinya sempat koma dan tubuhnya kini lebih sensitif dengan dunia gaib. Bahkan, di awal-awal kondisi pasca koma, Rara sering kersurupan. Beberapa 'orang pintar' malah menyebutkan, sosok arwah neneknya sendiri ada di dalam tubuh Rara.

Pada Okezone Rara coba menceritakan pengalaman mistis ini dan apa yang dialami menjadi hal paling menakutkan dalam hidupnya.

Saat SMP dulu, Rara sempat mengalami kecelakaan hebat. Motor yang dikendarainya menabrak mobil besar dan menyebabkan luka parah di bagian wajah dan kepala. Setelah peristiwa nahas itu, Rara langsung dilarikan ke rumah sakit.

"Saya ingat betul, tubuh saya sudah mulai 'ngambang' seperti sadar tidak sadar. Tapi, saat saya berada di rumah sakit, saya sadar sepenuhnya. Tim medis langsung melakukan tindakan," cerita Rara.

mati suri

"Saat dokter masuk dan memeriksa saya, dia malah mengatakan sebuah kalimat yang membuat saya sedikit merinding mendengarnya. Si dokter mengatakan kalimat ini, "Ada perempuan cantik sekali, nungguin kamu. Dia tapi sedih, nangis sesunggukkan," lanjut Rara bercerita.

Setelah mendengar kalimat itu, Rara tidak lantas penasaran. Rara justru bingung, hanya ada dia dan ibunya di ruang tindakan. Tidak ada teman lain yang ada di ruangan ini. Lantas, siapa sosok itu? Benarkah arwah?

Dokter itu tidak memberi penjelasan lebih lanjut. Tapi, dia melanjutkan kalau sosok perempuan itu mengenakan pakaian putih dengan wajah cantik namun pucat.

Singkat cerita, rumah sakit tempat Rara ditangani tidak menyanggupi upaya medis lainnya. Sedangkan, saat itu kondisi saya di ujung maut. Mau tidak mau, Rara harus pindah rumah sakit.

Perjalanan menuju rumah sakit kedua menjadi awal mula semua inti cerita dimulai. Ya, saat Rara masuk ke mobil, tidak lama setelah itu dia terlelap. Bukan tidur biasa, Rara seperti sadar tapi dalam kondisi berbeda.

"Hal itu benar adanya ketika melihat wajah nenek saya yang sudah meninggal di wajah tante. Seketika saya menjerit, takut bukan main. Tubuh lemas tak bisa membohongi rasa takut. Saya ingin menjauh tapi tak bisa," tuturnya.

hantu serem

Rara mengatakan, wajah arwah itu cantik tapi terlihat sedih. Persis seperti yang diungkapkan dokter di rumah sakit. Rara hanya bisa nangis, ibunya menenangkan, tapi tangisan makin menjadi ketika mendengar kalimat lembut keluar dari tubuh tantenya yang wajahnya menyerupai nenek.

"Ikut sama nenek, yuk. Sini, sama nenek saja". Kalimat itu terdengar lembut di telinga. Saya cuma bisa nangis. Kemudian beberapa kali saya mengucapkan, "Mau ikut sama nenek aja. Rara nggak mau ninggalin nenek." Kalimat itu bercampur tangis sejadi-jadinya. Tapi, ibu saya menahan saya. Menenangkan saya dari kondisi yang tidak mengenakan ini.

Perjalanan menuju rumah sakit kedua berhenti saat mobil sudah masuk ke area rumah sakit. Ranjang UGD diletakkan di depan mobil, tubuh Rara dibaringkan. Dia di rumah sakit kedua sekarang.

Saat berada di rumah sakit kedua, Rara merasa ada yang aneh pada tubuhnya. Belum hilang dari ingatan kejadian yang baru saja terjadi. Rara merasa seperti ada energi lain yang tak terlihat wujudnya.

"Tapi, karena saya mulai pusing dan sangat lemas, pikiran itu saya buang. Tidak mau dengan adanya pikiran itu, tubuh saya semakin ngedrop," ujarnya.

Entah bagaimana, Rara merasakan sekali lagi energi itu. Pikirannya kembali ke ucapan dokter di rumah sakit pertama. 'Apakah ini sosok yang sama di rumah sakit pertama?' tanyanya dalam hati.

Lenyap. Rara tak ingat apa-apa lagi. Sampai akhirnya Rara bangun dari koma panjang, kata ibu dan tantenya. Ya, tubuhnya baru kembali sadar setelah 'tidur' beberapa hari. Rara masih merasa tidak enak. Tubuhnya masih sakit, badan lemas, tidak nyaman sekali. Dalam kondisi ini, Rara hanya bisa tidur di atas kasur.

rara mau dimasukin

Setelah kejadian kala itu, Rara jadi mudah sakit. Mengetahui hal ini, Rara dibawa ke orang pintar. Saat konsultasi, si orang pintar ini bilang, "Sekarang tubuh Rara dijaga neneknya sendiri. Sang nenek tidak mau melepaskan tubuh Rara dan tidak ingin kejadian berbahaya terjadi pada cucunya."

Sejak saat itu hingga sekarang, arwah sang nenek masih ada di tubuh Rara. Jika dia merasa ada yang buruk atau dipertemukan dengan orang yang berniat jahat, tubuhnya akan merespon. Memberi sinyal. Itu semacam bentuk komunikasi arwah sang nenek pada Rara.

"Tapi, karena kondisi ini juga, saya jadi mudah merasakan energi tak kasat mata. Untungnya, saya tidak diberi kemampuan untuk melihat, hanya merasakan. Jadi, masih terbilang aman. Saya menganggap, ini adalah cara nenek sayang sama saya. Selalu menjaga saya dengan caranya sendiri," tutup Rara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini