nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menyelami Profesi Barista, Benarkah Cuma Jadi Ajang Pansos?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 10:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 04 298 2112772 menyelami-profesi-barista-benarkah-cuma-jadi-ajang-pansos-S8R4hKO3Kw.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

INDONESIA merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia. Kopi sendiri telah berperan cukup besar di tengah kehidupan sebagian masyarakat Indonesia.

Tidak hanya kopi sebagai komoditi produk, namun juga termasuk di dalamnya profesi sebagai seorang barista. Awalnya, profesi ini lebih dikenal sebagai profesi pria.

Namun, seiring berjalannya waktu serta bertambahnya penikmat kopi, bukan hanya pria saja yang tertarik menjadi barista, tetapi wanita juga mulai menunjukkan minatnya untuk menekuni profesi ini.

Eksplorasi dalam bidang kopi memang semakin sering dilakukan, dan membuat para penikmat kopi tertarik untuk menjadi barista ataupun tenaga kerja profesional di industri ini.

membuat para penikmat kopi tertarik untuk menjadi barista ataupun tenaga kerja profesional di industri ini.

Dengan semakin giatnya industri kopi di Tanah Air, apakah di zaman sekarang dengan generasi milenial menjadi generasi yang mendominasi, profesi sebagai seorang barista sudah bisa dikatakan sebagai sebuah profesi yang menjanjikan.

Baik dari jenjang karier ataupun segi finansial? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka Okezone pun bertanya langsung pada Angelica Megumi Rosalinda, seorang coffee master.

“Menurut saya sekarang profesi barista lebih dari itu sih, sudah menjanjikan apalagi di sini (Starbucks). Buat saya profesi ini bukan sekedar keren-kerenan doang,” tutur Megumi saat dijumpai Okezone, di gelaran “Grand Final Starbucks Barista Championship 2019” di Jakarta.

Wanita yang sehari-harinya berprofesi sebagai barista di franchise gerai kopi ternama cabang Surabaya satu ini, tidak menampik bahwa masih banyak memang orang-orang yang menganggap ada anak-anak muda yang bekerja sebagai barista, hanya untuk sekedar nampang. Tujuannya, hanya agar tampak lebih keren karena menyandang titel sebagai seorang barista profesional.

Tujuannya, hanya agar tampak lebih keren karena menyandang titel sebagai seorang barista profesional.

“Tapi menurut saya enggak usah ngurusih sih. Kembali lagi ke mindset ya kalau kerja cuma ingin keren-kerenan doang ya enggak kelar-kelar. Tapi kalau kita kerja ada tujuannya, misalnya berbagi dengan orang lain ya kerjanya juga pasti happy,” tandas Megumi sembari tersenyum.

Memang, dibutuhkan pengalaman dan pendidikan yang cukup agar bisa membuat secangkir kopi nikmat bagi para pelanggan setia. Saat ini memang banyak barista yang mampu meracik kopi dengan sangat nikmat.

Tercatat, ada enam orang barista kopi terbaik sedunia, setelah mengikuti kejuaraan World Barista Championship 2019 Specialty Coffee Expo, Boston. Mereka adalah Jooyeon Jeon, Michalis Dimitrakopoulos, Cole Torode, Mikael Jasin, Wojtek Bialczak dan Mathieu Theis.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini