nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gak Mau Rugi, 1 Juta Orang Indonesia Berobat ke Malaysia Sekaligus Liburan

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 08:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 04 481 2112676 gak-mau-rugi-1-juta-orang-indonesia-berobat-ke-malaysia-sekaligus-liburan-nQH0rs8q3n.jpg Kuala Lumpur (Foto: Shutterstock)

Menjadi negara tetangga paling dekat, Malaysia tak jarang diincar orang Indonesia untuk berobat. Tidak mau rugi, mereka juga ingin bersantai liburan ke Negeri Jiran.

Saat ini banyak penawaran medical tourism yang mulai diminati banyak kalangan. Hal tersebut tak disia-siakan oleh pemerintah Malaysia, sekaligus beberapa agen travel perjalanan.Kota

Buktinya di tahun 2019, sebanyak 1,1 juta orang pergi ke Malaysia untuk menikmati fasilitas layanan kesehatan di sana. Mereka juga dapat bonus liburan singkat setelah berobat.

Chief Commercial Officer of Malaysia Healthcare Travel Council Nik Yazmin Nik Azman mengatakan, peminat medical tourism di Malaysia jumlahnya sangat besar. Ada berbagai alasan saat mereka memilih berkunjung ke rumah sakit di Malaysia.

"Orang datang ke Malaysia karena nyaman berobat di sana atau second opinion dalam mendapatkan pengobatan. Biasanya mereka menyasar ke Penang, Malaka atau Kuala Lumpur," kata Yazmin di sela Press Conferences bersama Traveloka, di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Oktober 2019.

Laki-laki dan perempuan

(Foto: Heru Haryono/Okezone)

Yazmin menambahkan, lebih dari 50 persen orang Indonesia melakukan medical tourism. Umumnya, mereka melakukan medical check-up sebagai langkah preventif.

Ada juga beberapa kategori pengobatan, seperti kemoterapi kanker, pengobatan penyakit jantung, orthopedi. Beberapa pasangan juga melakukan bayi tabung hingga pelayanan estetika pada ibu-ibu.

Di sana, kata Yazmin, rata-rata warga Indonesia menghabiskan waktu tiga hari untuk berobat, namun dilakukan rutin setiap bulan. Pastinya ketika melakukan medical tourism ini, pasien membutuhkan akomodasi hotel dan transportasi yang mudah.

"Keberadaan pasien di Malaysia tergantung pengobatan. Kebanyakan medical check 3 hari 2 malam. Pergi ke rumah sakit, lalu shopping, jalan-jalan ke Genting Island. Kalau bayi tabung itu bisa 10 hari dan kemoterapi 2 hari 1 malam," ungkap Yazmin.

Diakui Vice President Market Management Accommodation Traveloka John Safenson, Malaysia menjadi destinasi wisata terpopuler di Asia Tenggara. Negara ini selalu dilirik orang dengan berbagai tujuan.

"Jumlah kunjungan orang Indonesia ke Malaysia sangat besar, dengan banyak macam kepentingan. Tak hanya wisata, tapi juga berobat," ucap John.

Dari situlah, sambung dia, banyak penawaran akomodasi yang mendukung medical tourism, serta tiket pesawat dengan harga terjangkau. Tentunya demi memanjakan wisatawan dan memudahkan mereka saat berobat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini