nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenali Gejala Dehidrasi Pada Anak, Terlambat Bisa Sebabkan Kematian Loh

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 17:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 04 481 2112943 kenali-gejala-dehidrasi-pada-anak-terlambat-bisa-sebabkan-kematian-loh-XPGr0xqrUl.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANAK kecil memang tidak cukup baik dalam menyampaikan keluhan yang dialami. Selain menangis atau diam seribu bahasa, mereka kadang 'ngambek' mendadak. Saat ditanya kenapa, jawabannya tidak tahu. Begitu juga saat mereka mengalami dehidrasi.

Sulit minum air putih karena rasa yang kurang begitu enak di lidah, membuat anak kecil rentan alami dehidrasi. Jika dibiarkan, kondisi ini akan berbahaya bagi tubuhnya, terlebih berlangsung cukup lama, yang bakal terjadi bisa jauh lebih menyeramkan dari apa yang Anda pikirkan.

Sebagai ibu, Anda sepatutnya mengetahui tanda dehidrasi pada anak. Ini mesti diketahui agar si anak tidak merasakan dampak yang lebih berbahaya. Nah, Hydration Science Director Danone-Aqua dr. Tria Rosemiarti membeberkan beberapa tanda anak dehidrasi, mulai dari biasa hingga berat.

Kemudian, tanda yang bisa dilihat ialah mata si anak cekung, dan kondisi tubuhnya sangat lemas.

Dokter Tria menjelaskan, tanda paling mudah dikenali ialah mulut si anak kering dan bibirnya mulai pecah-pecah. Kemudian, tanda yang bisa dilihat ialah mata si anak cekung, dan kondisi tubuhnya sangat lemas.

Cara lain mengenali si anak dehidrasi adalah dengan mencubit perut. Menurut penjelasan dr. Tria, kalau kulit si anak kembalinya lama, maka si anak bisa dikatakan kurang minum.

"Kalau pada orang dewasa, bisa dicoba pada pundak tangan bagian atas. Ketika dicubit baliknya lama, tandanya dehidrasi," paparnya pada Okezone di kawasan Tangerang.

Tanda dehidrasi pada anak lainnya yang perlu diketahui ialah, urine si anak berwarna cokelat atau kuning pekat. Kalau sudah sampai kondisi ini, maka Anda mesti menghubungi dokter, karena anak sudah harus mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

"Anda mesti tahu, kalau sudah dehidrasi berat, memberikan air putih saja tidak cukup. Anak perlu mendapatkan larutan lain yang lebih banyak kandungan mineralnya, yaitu air infus. Tindakan ini juga dilakukan ketika anak sudah sangat lemas, pusing, bahkan pingsan," ungkap.

maka Anda mesti menghubungi dokter, karena anak sudah harus mendapatkan penanganan yang lebih intensif.

Jadi, ketika si anak dehidrasi berat, Anda sebagai orangtua jangan hanya mengandalkan air putih biasa, karena tidak akan membantu secara maksimal. Anak mesti langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lebih intensif.

Ketika anak sudah alami dehidrasi berat, tak jarang anak akan mengalami ketidakseimbangan elektrolit. Kondisi ini membahayakan karena tubuh anak masih belum cukup kuat mengatasi masalah tersebut.

Selain itu, kehilangan kesadaran juga akan dialami, kalau kondisinya sangat parah, kematian menjadi ancaman paling menakutkan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini