nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dijilat Anjing, Pria Ini Nyaris Meninggal Dunia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 04 Oktober 2019 08:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 04 612 2112675 dijilat-anjing-pria-ini-nyaris-meninggal-dunia-IUg4IhLXat.jpg Ilustrasi (Foto: Independent)

Seorang pria yang berasal dari Wisconsin, Amerika Serikat, mengalami sakit parah akibat anjing peliharaannya. Pria yang diketahui bernama Greg Manteufel tersebut berhasil lolos dari kematian, namun enggan menyerahkan hewan kesayangannya tersebut.

Awalnya Manteufel percaya bahwa dirinya telah tertular flu. Ia mengalami sakit dengan gejala seperti demam, muntah dan diare pada Juni 2018.

Alhasil ia pun langsung memeriksakan diri ke rumah sakit. Setelah melakukan cek darah, staf rumah sakit menemukan sebuah penyakit bernama capnocytophaga.

Capnocytophaga merupakan infeksi yang berasal dari kuman. Penyakit tersebut akhirnya menyebabkan sepsis hingga membuat tekanan darah pria itu turun. Mengerikannya lagi, beberapa organ pada tubuh Manteufel menjadi mati.

 Pria di rumah sakit

Manteufel meminta dokter melakukan segala sesuatu yang mereka bisa untuk membuatnya tetap hidup. Hingga akhirnya pria malang ini harus menjalani lebih dari 20 operasi. Lebih mirisnya lagi, Manteufel harus melakukan amputasi terhadap beberapa organ tubuhnya yang telah rusak terkena penyakit capnocytophaga.

Beberapa bagian tubuhnya yang harus diamputasi meliput lengan kiri dan kanannya hingga di bawah siku, dan kedua kaki sampai melewati tengah lutut.

Capnocytophaga sering ditemukan dalam air liur hewan peliharaan rumah tangga, seperti kucing dan anjing.

Pada umumnya penyakit ini jarang menginfeksi manusia, kecuali jika seseorang memiliki masalah dalam sistem kekebalan tubuh mereka. Pria berusia 49 tahun itu sudah lama hidup dengan banyak anjing, termasuk anjing yang telah mencelakakannya. Sebelum sakit, pria ini dianggap sehat dan tidak memiliki masalah apapun.

 Anjing

Sebagaimana dilansir VT, Jumat (4/10/2019) Staf medis di Froedtert & the Medical College of Wisconsin, tidak bisa memberikan penjelasan mengapa Manteufel memiliki reaksi yang sangat parah terhadap air liur anjing peliharaannya.

Meski demikian Manteufel tetap optimis menjalani kehidupannya meskipun dengan cacat permanen yang dimilikinya saat ini. Manteufel kabarnya bisa cepat beradaptasi dengan kaki palsu.

Keinginan besar serta harapannya untuk pulang ke rumah untuk bertemu istri, putra, serta anjingnya yang bernama Ellie, mendorongnya untuk bertahan hidup.

Meski anjing Pitbull-nya diduga membawa penyakit capnocytophaga hingga membuatnya menjadi cacat, namun Manteufel menolak untuk menyingkirkannya. Ia mengaku menyayangi anjingnya dan ingin memeliharanya hingga mati.

"Kami bahkan tidak perlu repot-repot mengujinya. Kami tidak akan menyingkirkannya jika dia yang menyebabkannya (capnocytophaga). Kami hanya mencintainya sampai mati,” tutup Manteufel.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini