nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Detik-Detik Mahasiswi Jatuh Cinta kepada Dosennya Sendiri

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 06 Oktober 2019 11:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 06 196 2113439 detik-detik-mahasiswi-jatuh-cinta-kepada-dosennya-sendiri-7xCotGTYbT.jpg Ilustrasi. Foto: Shutterstock

PEPATAH cinta itu buta mungkin bukanlah mitos. Buktinya Ririn (nama samaran), pernah jatuh cinta kepada pria berusia 40 tahunan. Padahal kala itu umur wanita tersebut baru menginjak 22 tahun.

Meski usia sang kekasih hampir dua kali umur Ririn, tapi ia tetap mantap dalam menjalankan hubungannya. Kepada Okezone, Ririn menceritakan detik-detik cinta tumbuh di hatinya kemudian berlanjut ke pacaran.

Ririn merupakan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Jakarta Utara. Sedangkan pria yang ia kasihi tersebut merupakan dosesnnya sendiri.

Foto: Istimewa

“Awal suka ketika bertemu mengajar mata pelajaran. Kebetulan jatah bolos habis dan saya lagi sakit gigi. Saya bilang sama temen sampaikan ke bapak ganteng (dosen) izin pulang, tapi tolong diabsenin. Ternyata disampaikan betulan hingga Urip (nama samaran) menjadi ge’er (red. dibawa ke perasaan), terus ngepoin (red. ingin tahu),” cetus Ririn, kepada Okezone.

Setelah itu terjalinlah hubungan yang lebih intens, percakapan melalui media sosial pun tak dapat dihindari. Hingga kedekatan mereka pun berlanjut ketika berada di kampus, dan benih-benih cinta semakin bersemi.

“Terus dia nge-chat di line, dari situ kenalan deh. Kami mulai dekat setelah kelas dia selesai. Enggak lama skripsi dia masih sering muncul di ruang diskusi. Dia nyamperin terus temen kampus jadi pada tau deh,” lanjutnya.

Hubungan mereka pun semakin dekat setelah keduanya memutuskan untuk jalan bareng ke suatu pusat perbelanjaan di Jakarta. Kala itu Ririn menemani Urip bertugas. Di saat itulah Urip memutuskan untuk berpacaran dengan Ririn.

“Setelah dekat, jalan ke Mangdus (Red. pusat perbelanjaan modern) buat menemani dia menandatangani skripsi anak dari kampus lain. Waktu jalan di eskalator Urip nanya ‘Mau jadi pacar aku gak?’ Dari situ deh kita memutuskan untuk berpacaran,” sambung Ririn.

Setelah resmi berpacaran, Ririn kerap menemani sang kekasih di ruang diskusi dalam perpustakaan. Terkadang wanita ini juga ikut masuk ke dalam kelas tempat kekasihnya tersebut mengajar.

“Awal pacaran suka nemenin Urip di discuss room dan ikut kelas dia. Pacarannya sekira sebulanan. Dia juga sering membantu dalam pembuatan skripsi. Dari situ saya ngerasa dia orang baik, selain itu karena sering bareng saya jadi ngerasa nyaman,” cetusnya.

Namun hubungan asmara beda usia mereka harus kandas dalam tempo yang relatif cepat. Salah satu alasan yang membuat Ririn menjadi ragu terhadap Urip adalah komitmennya yang belum mau serius dan masih mau senang-senang.

“Alasan cuma sebulan berpacaran, karena dia masih belum mau serius dan masih mau senang-senang. Dia pernah mengaku trauma berpacaran karena ditinggal mati sang kekasih. Selain itu Urip juga ganjen kepada wanita lain dan masih senang dengan dunia malam,” tutupnya.

 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini