Tren Restoran All You Can Eat, Akankah Bertahan Lama?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 10:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 07 298 2113712 tren-restoran-all-you-can-eat-akankah-bertahan-lama-gwzB8SaN5D.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BAGI para pencinta kuliner yang hobi menyantap hidangan berporsi besar, kehadiran restoran berkonsep ‘All You Can Eat’ tentu menjadi sebuah pilihan baru untuk memanjakan lidah dan nafsu makan mereka.

Cukup siapkan sejumlah uang, Anda bisa menikmati berbagai hidangan lezat tanpa perlu khawatir dengan tagihannya. Ya, sesuai dengan nama konsepnya, para pengunjung restoran All You Can Eat diperkenankan memesan atau mengambil makanan sepuas mereka.

Menurut pakar kuliner legendaris Indonesia, Sisca Soewitomo, perkembangan tren restoran seperti ini diprediksi akan terus menjamur karena menghadirkan pilihan yang beragam kepada para pelanggan.

Cukup siapkan sejumlah uang, Anda bisa menikmati berbagai hidangan lezat tanpa perlu khawatir dengan tagihannya.

"All you can eat itu memberikan kesempatan untuk menikmati banyak makanan. Ada banyak pilihan mulai dari daging sapi sirloin yang diiris, ada iga, daging ayam, ikan dan lainnya. Orang-orang sekarang sudah bosan dengan satu pilihan," tutur Sisca Soewitomo saat dihubungi Okezone.

Sisca mengatakan, dengan banyaknya pilihan, secara tidak langsung akan membuat nafsu makan bertambah. Itulah sebabnya kini banyak orang yang menggandrungi restoran All You Can Eat. Terutama bagi mereka yang benar-benar ingin menikmati makanan dengan puas.

Kendati demikian, Sisca tidak memungkiri bahwa harga juga menjadi pertimbangan utama orang-orang tertarik untuk menyantap makanan di restoran tersebut. Oleh karena itu, bila nantinya semakin banyak restoran menjamur di ibu kota, hanya tempat dengan harga terjangkau saja yang akan bertahan.

"Asal enggak mahal, pasti banyak yang mau makan. Karena bukan persoalan nafsu atau porsi makannya saja yang besar, restoran ini menyajikan nuansa yang lain dibanding restoran-restoran pada umumnya," tegas Sisca.

Nuansa baru ini dikaitkan dengan kebebasan para pengunjung dalam meracik bumbu masakannya sendiri.

Nuansa baru ini dikaitkan dengan kebebasan para pengunjung dalam meracik bumbu masakannya sendiri.

"Istilahnya the choice is yours, pilihan ada di tanggan pelanggan. Restoran hanya menyediakan bahan mentah, pelanggan lah yang nanti akan meracik bumbu makanannya sendiri," timpalnya.

Bicara soal perkembangan dan inovasi restoran all you can eat, Sisca mengatakan bahwa makanan Indonesia pun sebetulnya cocok untuk dijadikan tema restoran tersebut. Jadi tidak hanya restoran khas Jepang, Korea, atau Western saja yang akan mendominasi pasar.

"Makanan Indonesia bisa juga dibikin All You Can Eat, taruh saja gado-gado, semur daging, atau menu-menu tradisional lainnya. Intinya cuma satu, kalau pelit orang-orang enggak bakal mau datang lagi. Dan selama harganya masuk akal, pasti akan tetap berjalan," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini