nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inikah Penyebab Bayi Kembar Irish Bella dan Ammar Zoni Meninggal Dunia?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 08:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 07 481 2113652 inikah-penyebab-bayi-kembar-irish-bella-dan-ammar-zoni-meninggal-dunia-hgZYX8y37A.jpg Anak kembar Irish Bella Meninggal Dunia (Foto: Instagram)

DUKA mendalam tengah menyelimuti pasangan muda Irish Bella dan Ammar Zoni. Bayi kembar perempuan mereka meninggal dunia di dalam kandungan berusia 27 minggu. Kedua pasangan ini pun telah ikhlas mengembalikan amanah Allah SWT itu ke Sang Pemilik-Nya.

Bayi tersebut diketahui telah dimakamkan di TPU Kalimulya 1 Depok, Jawa Barat. Ammar Zoni sendiri yang memimpin pemakaman. Namun, belum ada kabar terkini bagaimana kondisi Irish Bella setelah tahu bayi yang dia kandung telah tiada untuk selamanya.

Kabar duka ini pun membawa publik pada pembahasan, apa yang membuat bayi kembar Irish Bella dan Ammar Zoni meninggal dunia? Beberapa informasi coba diterima Okezone dan tampaknya itu semua mengacu pada masalah infeksi saluran kemih (ISK) yang diderita Irish Bella.

 Irish Bella dan Ammar Zoni

Diagnosa mengenai penyakit ini keluar pada pertengahan September lalu. Namun, itu merupakan diagnosa awal dan menurut penuturan Ammar Zoni melalui saluran Youtube-nya, istrinya itu langsung ditangani dokter dan mendapat tindakan medis yang tepat.

"Keadaan Mommy-nya Alhamdulillah baik, cuma memang dari tekanan darah tingginya menurun, trombosit bagus, leukosit tapi menurun. Terjadi indikasi infeksi di saluran kemih, tapi Alhamdulillah tidak masalah. Jadi baru indikasi, karena penanganan dari dokter yang cepat," tutur Ammar Zoni di Youtube-nya.

Sebelum itu, publik dikejutkan juga dengan kabar pendarahan yang dialami Irish Bella. Setelah kejadian itu, perempuan berusia 23 tahun ini lantas dibawa ke rumah sakit dan mendapat penanganan intensif.

Terlepas dari dua kondisi tersebut, Okezone coba mencari tahu bagaimana kaitannya ISK dengan kematian bayi dalam kandungan. Dalam laman Parents, dijelaskan Dokter Spesialis Kandungan dr. Michele Hakakha, infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi kandung kemih terjadi pada sekitar 10% dari semua perempuan hamil.

ISK sejatinya tidak menimbulkan bahaya bagi janin yang sedang berkembang dan infeksi ini biasanya asimptomatik selama kehamilan (tidak seperti rasa sakit yang biasanya terjadi ketika Anda mendapatkannya dalam keadaan tidak hamil).

Namun, ISK yang tidak diobati dapat berkembang menjadi infeksi ginjal yang jauh lebih serius. Perlu dilakukannya tindakan agresif dalam mengobati infeksi ginjal selama kehamilan karena mereka dapat menyebabkan komplikasi yang serius bagi ibu dan bayi. Bahaya dari ISK ini termasuk infeksi dalam aliran darah yang dapat dengan cepat menyebar ke organ lain (sepsis), pneumonia, dan persalinan prematur bahkan kematian bayi dalam kandungan.

"Jelas, ketiga komplikasi itu bisa berbahaya, itulah sebabnya urin Anda (ibu hamil) diperiksa setiap kunjungan pranatal dan jika infeksi terdeteksi, antibiotik akan diresepkan untuk menghilangkan faktor risiko tiga masalah tersebut," papar dr. Michele Hakakha.

 Infeksi saluran kemih

Dijelaskan lebih rinci dalam laman Healthline, ISK bisa dikatakan biasa pada ibu hamil karena janin yang tumbuh dapat memberikan tekanan pada kandung kemih dan saluran kencing. Ini menjebak bakteri atau menyebabkan urin bocor.

Ada juga perubahan fisik yang perlu dipertimbangkan. Pada usia kehamilan enam minggu, hampir semua perempuan hamil mengalami dilatasi ureter, ketika uretra mengembang dan terus mengembang sampai melahirkan.

Saluran kemih yang lebih besar, seiring dengan peningkatan volume kandung kemih dan penurunan tonus kandung kemih, semuanya menyebabkan urin menjadi lebih 'diam' di uretra. Ini memungkinkan bakteri untuk tumbuh.

Lebih buruk lagi, urin perempuan hamil menjadi lebih terkonsentrasi. Ini juga memiliki beberapa jenis hormon dan gula. Kondisi yang demikian dapat mendorong pertumbuhan bakteri dan menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan bakteri "jahat" yang mencoba masuk.

Lantas, apa yang bisa dilakukan ibu hamil untuk mencegah masalah ISK?

Bidan Chaunie Brusie menjelaskan, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah ISK ini. Hal pertama adalah sering mengosongkan kandung kemih Anda, terutama sebelum dan sesudah berhubungan seks. Lalu, hanya mengenakan celana dalam katun, tidur dengan pakaian dalam di malam harI, dan menghindari semprotan dan parfum.

Anda juga diminta untuk tetap minum cukup air agar tetap terhidrasi dan menghindari sabun atau cucian tubuh yang berkadar 'keras' di area genital.

 Miss V

Dia menambahkan, sebagian besar ISK selama kehamilan diobati dengan antibiotik. Dokter Anda akan meresepkan antibiotik yang aman bagi kehamilan tetapi tetap efektif dalam membunuh bakteri dalam tubuh Anda.

"Jika ISK Anda berkembang menjadi infeksi ginjal, Anda mungkin perlu minum antibiotik yang lebih kuat atau menggunakan versi intravena (IV)," ungkap Brusie.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini