nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Inikah Penyebab Bayi Kembar Irish Bella dan Ammar Zoni Meninggal Dunia?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 08:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 07 481 2113652 inikah-penyebab-bayi-kembar-irish-bella-dan-ammar-zoni-meninggal-dunia-hgZYX8y37A.jpg Anak kembar Irish Bella Meninggal Dunia (Foto: Instagram)

Terlepas dari dua kondisi tersebut, Okezone coba mencari tahu bagaimana kaitannya ISK dengan kematian bayi dalam kandungan. Dalam laman Parents, dijelaskan Dokter Spesialis Kandungan dr. Michele Hakakha, infeksi saluran kemih (ISK) atau infeksi kandung kemih terjadi pada sekitar 10% dari semua perempuan hamil.

ISK sejatinya tidak menimbulkan bahaya bagi janin yang sedang berkembang dan infeksi ini biasanya asimptomatik selama kehamilan (tidak seperti rasa sakit yang biasanya terjadi ketika Anda mendapatkannya dalam keadaan tidak hamil).

Namun, ISK yang tidak diobati dapat berkembang menjadi infeksi ginjal yang jauh lebih serius. Perlu dilakukannya tindakan agresif dalam mengobati infeksi ginjal selama kehamilan karena mereka dapat menyebabkan komplikasi yang serius bagi ibu dan bayi. Bahaya dari ISK ini termasuk infeksi dalam aliran darah yang dapat dengan cepat menyebar ke organ lain (sepsis), pneumonia, dan persalinan prematur bahkan kematian bayi dalam kandungan.

"Jelas, ketiga komplikasi itu bisa berbahaya, itulah sebabnya urin Anda (ibu hamil) diperiksa setiap kunjungan pranatal dan jika infeksi terdeteksi, antibiotik akan diresepkan untuk menghilangkan faktor risiko tiga masalah tersebut," papar dr. Michele Hakakha.

 Infeksi saluran kemih

Dijelaskan lebih rinci dalam laman Healthline, ISK bisa dikatakan biasa pada ibu hamil karena janin yang tumbuh dapat memberikan tekanan pada kandung kemih dan saluran kencing. Ini menjebak bakteri atau menyebabkan urin bocor.

Ada juga perubahan fisik yang perlu dipertimbangkan. Pada usia kehamilan enam minggu, hampir semua perempuan hamil mengalami dilatasi ureter, ketika uretra mengembang dan terus mengembang sampai melahirkan.

Saluran kemih yang lebih besar, seiring dengan peningkatan volume kandung kemih dan penurunan tonus kandung kemih, semuanya menyebabkan urin menjadi lebih 'diam' di uretra. Ini memungkinkan bakteri untuk tumbuh.

Lebih buruk lagi, urin perempuan hamil menjadi lebih terkonsentrasi. Ini juga memiliki beberapa jenis hormon dan gula. Kondisi yang demikian dapat mendorong pertumbuhan bakteri dan menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan bakteri "jahat" yang mencoba masuk.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini