nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Es Kopi Susu Diprediksi Masih Akan Bertahan 5 Tahun Lagi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 22:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 08 298 2114422 tren-es-kopi-susu-diprediksi-masih-akan-bertahan-5-tahun-lagi-sjUuvQTstb.jpg Es kopi susu (Foto: Shutterstock)

Fenomena es kopi susu berhasil mengubah wajah industri kopi Indonesia. Bahkan, sejak beberapa tahun terakhir, kedai kopi maupun coffee shop berkonsep specialty coffee turut meluncurkan produk es kopi susu.

Tidak hanya itu, para pencinta kuliner Indonesia juga dimanjakan dengan kehadiran boba tea yang menjadi rival terberat specialty coffee dan produk-produk kopi kreasi seperti es kopi susu.

Fenomena ini sontak menimbulkan sebuah tanda tanya besar, apakah peminum kopi di Indonesia hanya mengikuti tren semata, atau memang minuman tersebut sudah menjadi kebutuhan yang tidak terlepas dari gaya hidup mereka?

Model sekaligus aktor Deva Mahenra yang tengah merintis bisnis kopi sejak 2018 lalu memiliki pendapat sendiri. Menurutnya, tren kopi secara garis besar memang tengah digandrungi di seluruh dunia.

 Minuman kopi

(Foto: Taste)

"Saya rasa memang tren ini terjadi di mana-mana, kalau saya tidak salah, Melbourne sampai disebut coffee shop city, bahkan barista digaji sangat menjanjikan di sana. Saya rasa tren ini terjadi around the world (di seluruh dunia)," tegasnya saat ditemui Okezone di bilangan Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019).

Deva kemudian menghubungkan tren kopi tersebut dengan perkembangan distribusi chain dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengatakan bahwa proses trading kopi terus terjadi baik produk dari luar negeri yang masuk ke Indonesia, maupun sebaliknya.

Bila menilik demografi dan data statistik perkembangan kopi Nusantara, bisnis kopi domestik diprediksi masih akan terus bertahan hingga 5 tahun ke depan. Terutama untuk segmen es kopi susu.

Ada beberapa faktor yang mendukung industri kopi terus bertahan ditengah gempuran tren-tren kuliner lainnya. Di Indonesia sendiri, salah satu pendukung utamanya adalah akses ke daerah-daerah penghasil kopi yang semakin membaik.

 Minuman kopi

"Akses sudah baik, jadi komiditinya semakin beragam. Dulu, petani kopi lebih memilih ekspor ke luar negeri karena prosesnya lebih mudah. Sekarang proses distribusinya bisa domestik, ini kebahagiaan kita sebagai pelaku industri kopi," ungkap Deva.

"Teman-teman petani sudah mulai memprioritaskan coffee shop lokal untuk mendapatkan biji kopi terbaik. Kalau dulu kan biji kopi terbaik selalu dikirim keluar atau mungkin orang luar yang langsung menjemput ke Indonesia," tambahnya.

Deva memberikan contoh kopi Solok yang memang dikenal sebagai salah satu kopi robusta terbaik dari Indonesia. Kopi ini rupanya sangat digandrungi oleh orang-orang Jepang, hingga membuat para pegiat kopi asal Negeri Sakura itu rela datang langsung ke Indonesia untuk menjemput biji-biji kopi berkualitas.

"Padahal, kalau petani kita punya kemauan untuk menyebarkan di dalam negeri, exposurenya bisa jauh lebih besar. Keuntungan mereka pun jadi lebih banyak. Sekarang kita hanya perlu sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran mereka," tukas Deva Mahenra.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini