nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenapa Hujan Identik dengan Galau? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Selasa 08 Oktober 2019 13:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 08 481 2114159 kenapa-hujan-identik-dengan-galau-ini-penjelasan-ilmiahnya-apBvEEoUUx.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEBAGIAN besar wilayah Indonesia memang tengah mengalami kekeringan dalam beberapa bulang terakhir ini. Cuaca panas yang melanda, memang kerap membuat sebagian orang malas pergi ke luar ruangan. Tidak heran, banyak yang menantikan turunnya hujan.

Memang, banyak orang yang menantikan kehadiran hujan dengan gembira, tapi ada juga yang malah sedih bahkan galau ketika datang hujan. Bahkan, sejumlah orang mendadak teringat kenangan saat hujan membasahi tanah.

Ada banyak puisi tentang hujan dengan rindu dan kenangan. Berbagai puisi romantis itu membuat banyak orang yakin hujan erat kaitannya dengan kegalauan.

Hubungan antara hujan, kenangan, rindu, dan kegalauan dirasakan oleh siapapun yang pernah jatuh cinta. Nah, tahukah Anda sejak kapan hujan dan kenangan saling bertautan? Kenapa perasaan emosional itu muncul ketika hujan turun?

Banyak quotes menyebut hujan terdiri dari 1 persen air dan 99 persen kenangan.

Banyak quotes menyebut hujan terdiri dari 1 persen air dan 99 persen kenangan. Quotes tersebut biasanya dipakai sebagai caption foto atau status galau saat hujan turun. Keterkaitan antara hujan dan kenangan semakin erat karena banyak anak muda yang mengunggah foto hujan lengkap dengan caption sendu.

Dikutip dari solopos, sebenarnya hujan dengan kenangan memiliki keterkaitan yang bisa dibuktikan secara ilmiah lewat ilmu psikologi. Hasil penelitian yang dilakukan di Eropa dan Amerika Serikat menyebut ada fenomena psikologi populer bernama seasonal affective disorder (SAD).

SAD merupakan perubahan mood manusia di negara dengan empat musim. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah winter depresion alias winter blues. Sebab, perubahan mood biasanya terjadi saat musim dingin (winter). Adapun perubahan mood itu berupa perasaan sedih, putus asa, merasa bersalah atau bisa diwakili dengan kata galau.

Perasaan galau itu datang terutama saat seseorang berada di dalam ruangan kala mendung dan hujan menyapa. Tubuh khususnya mata mendapatkan lebih sedikit cahaya sehingga merangsang otak memproduksi hormon melatonin. Hormon inilah yang membuat seseorang mudah mengantuk, melamun, dan merasa sedih.

Hormon inilah yang membuat seseorang mudah mengantuk, melamun, dan merasa sedih.

Selain itu, langit menjadi gelap saat hujan turun dan menyebabkan kulit manusia mendapatkan lebih sedikit cahaya. Akibatnya, tubuh kekurangan vitamin D yang memengaruhi level serotonin di otak.

Serotonin merupakan hormon yang mengatur perubahan mood dan ingatan. Saat hujan turun, kadar serotonin ikut menurun sehingga mood berubah dan membuat seseorang melamun dan menjadi melankolis. Hal itu membuat seseorang cenderung memutar lagu bernuansa sedih saat hujan turun.

Selain itu, ada beberapa orang yang cenderung takut sendirian saat hujan turun. Bagi mereka, suara rintik hujan menimbulkan perasaan getir yang menakutkan. Itulah sebabnya perasaan rindu muncul saat hujan turun.

Hujan juga membuat seseorang menggigil kedinginan. Itulah sebabnya dia mencari kehangatan dengan cara mengobrol atau memandang orang yang dicintainya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini