nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ranitidin Dianggap Sebabkan Kanker, Begini Kata Ahli Onkologi Medik

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 20:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 08 481 2114448 ranitidin-dianggap-sebabkan-kanker-begini-kata-ahli-onkologi-medik-kD3IWEGDPm.jpg Ilustrasi obat (Foto : Medicalnewstoday)

Obat asam lambung Ranitidin ramai dibahas masyarakat. Obat ini dianggap membawa masalah, menyebabkan kanker bagi siapa pun yang mengonsumsinya. Karena itu, Singapura bahkan Indonesia menarik obat tersebut.

Tapi, ada fakta yang sepertinya luput dari perhatian. Hal ini dibeberkan Ahli Onkologi Medik Prof. DR. dr Aru W. Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, obat Ranitidin yang ditemukan mengandung zat penyebab kanker yaitu nitrosamine, dalam bentuk injeksi. Sedangkan Raniditin oral sampai saat ini belum ditemukan kandungan nitrosamine tersebut.

"Ingat, sejauh ini Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) hanya menemukan zat nitrosamine itu di Ranitidin injeksi bukan yang oral. Tapi, demi memberi keamanan masyarakat, obat itu ditarik dari peredaran," papar dr Aru di kawasan Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/10/2019).

Obat ranitidin

Zat nitrosamine yang terkandung di dalam Ranitidin itu memang menjadi salah satu sumber pemicu pembentukan sel kanker. Tapi, dengan catatan konsumsi dalam jumlah yang banyak dan dalam jangka waktu pemakaian yang lama. BPOM pun menemukan keberadaan zat tersebut di obat Ranitidin dalam kadar yang sangat kecil.

Bahkan dia menyatakan, kadar nitrosamine yang lebih tinggi dari obat Ranitidin ditemukan di dalam ikan asin yang sering dikonsumsi orang Indonesia. Di panganan itu, zat nitrosamine berkadar tinggi meski tetap tidak langsung membuat Anda memiliki kanker di tubuh. Butuh jumlah yang banyak dan janga waktu yang panjang untuk akhirnya zat itu berubah jadi sel kanker.

Menjadi catatan juga ialah obat Ranitidin injeksi ini sangat jarang dipakai masyarakat. Obat ini biasanya digunakan untuk pasien asam lambung yang berada di rumah sakit atau dalam rawat inap. "Mungkin dirawat lima hari, nggak bisa makan, disuntikkan, baru diganti ke oral. Nah, yang oral belum ketemu kandungan zat tersebut," sambung dr Aru.

obat kesebar

Dia menambahkan, nanti tunggu akhir bulan BPOM akan mengeluarkan hasil seluruhnya dari varian obat Ranitidin yang sedang diperiksa.

Setelah itu, dr Aru juga menjelaskan, keberadaan zat nitrosamine yang ada di Ranitidin injeksi itu karena alasan kecerobohan produksi.

Minum obat sakit

"Ini efek dari kontaminasi. Ini kecelakaan produksi. Zat tersebut bukan kandungan yang ada di dalam obat. Ranitidin itu aman. Meski begitu, ini adalah teguran untuk produsen agar lebih berhati-hati. Ini keteledoran produksi," tegasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini